METROPOSTNews.com | Garut – SDN 1 Dan SDN 2 Pameungpeuk kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut melaksanakan Launching vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun, bertempat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) SDN 1, SDN 2 Pameungpeuk Kaum Tengah, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (04/01/2021).
Launcing vaksinasi usia 6 – 11 tahun yang diselenggarakan di SDN 1 dan SDN 2 Pameungpeuk kecamatan Pameungpeuk dihadiri oleh Camat, Danramil, Kapolsek, Korwil Bidang Pendidikan, Kepala Sekolah beserta Staff Guru dan Tim Vaksinator dari Upt Puskesmas Pameungpeuk.

Camat Pameungpeuk Drs. H. Tatang Suryana dalam pembukaan Launcing mengatakan, pihaknya bisa melaksanakan vaksinasi dengan diberikannya vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap kesehatan anak-anak saat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Kegiatan vaksinasi ini merupakan jawaban kepada orang tua murid, agar para orang tua tidak ragu lagi dan menjadi lebih semangat memberikan izin putra-putrinya untuk bisa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Tatang Suryana.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SDN 1 Pameungpeuk, H. Jaenudin dan Kepala Sekolah SDN 2 Pameungpeuk Uus Supiana juga berharap vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun atau vaksinasi untuk anak-anak kelas 1-6 sekolah dasar ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan yaitu mencapai target dari waktu yang telah ditetapkan.
Ia mengajak orang tua murid agar tetap optimistis dengan vaksinasi untuk anak-anak karena ini bagian dari pemenuhan hak kesehatan anak.
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pameungpeuk, Ahmad Sapari mengatakan, “Pembelajaran Tatap Muka ini merupakan upaya dan solusi mencegah anak-anak kita mengalami ketertinggalan pembelajaran akibat pandemi. Karena sekolah merupakan tempat memberikan pembelajaran, baik akademik maupun karakter untuk anak-anak. Oleh karenanya kita semua harus memberikan dukungan terhadap program vaksinasi untuk anak, agar semua bisa memiliki ketenangan yang sama khususnya para orang tua dalam mengizinkan anak-anaknya untuk belajar tatap muka ,” katanya.

Salah seorang peserta vaksinasi kelas IV SDN 1 Pameungpeuk, Albi (10 ), mengungkapkan dirinya awalnya merasa takut untuk melakukan vaksinasi. Namun, setelah dilakukan vaksinasi dirinya merasa biasa dan tidak merasakan sakit.
“(Rasanya) biasa aja, (dan) nggak (sakit), (kenapa mau divaksin?) biar sehat,” ucapnya.
Lanjut Ahmad Sapari, “saya ucapkan terimakasih atas partisipasi yang menggelar vaksinasi anak-anak ini, mudah-mudahan kita lebih sehat dan pandemi segera teratasi.” Pungkasnya. (Redi.Rs)



