METROPOST1.COM, Indramayu — Sudah menjadi tradisi masyarakat ketika bulan maulud ada waktu untuk melakukan Penjamasan pusaka, ada yang berbeda dilakukan oleh sanggar Sapujogan kali ini, adalah dengan memberikan pemahaman pemahaman tentang Bertosan Aji kepada anak anak sanggar, dan diberikan kesempatan satu persatu melaksanakan tatacara jamasan, serta anak anak diberikan pemahaman terkait pusaka, yang sebelumnya ketika melihat atau mendengar tentang pusaka adalah mistik.
Sanggar Sapujogan memiliki divisi Trah Bumi yang secara khusus mengedukasi generasi muda mengenai benda benda bersejarah, dalam kegiatan tersebut anak anak diberikan pemahaman dasar tentang tata cara dan etika berpusaka.
Niko, selaku ketua divisi Trah Bumi, menyampaikan pentingnya generasi penerus memahami makna dan filosofi dalam Bertosan Aji, dimana nilai nilai luhur, etika dan tatakrama, terhadap yang lebih tua juga menghargai kepada yang lebih muda ada dalam Bertosan Aji, “jadi selain mengenalkan filosofi terhadap Tosan Aji juga menerapkan bagaimana kita beretika dalam kehidupan sosial” papar Niko.

Ditemui di tempat kegiatan, Bang. Ay selaku ketua Sanggar mengatakan, “kegiatan ini tidak lebih sebagai tanggung jawab kami selaku pengurus Sanggar Budaya Sapujogan, untuk terus mengenalkan nilai nilai luhur serta peninggalan peninggalan nenek moyang kita terdahulu, tanpa berbicara klenik dan mistik, karena harapan kami bangsa yang besar adalah bangsa yang pemudanya akan selalu ingat sejarah dan perjuangan leluhur leluhur pendahulu kita, keris adalah salah satu bukti nyata kalau bangsa kita adalah bangsa yang besar dan hebat dengan peninggalan peninggalannya yang luar biasa” ungkap Bang Ay.
Kegiatan juga dihadiri Tanti selaku ketua Gerakan Seni Mahasiswa STKIP Padhaku, mengatakan cukup senang dengan wawasan wawasan baru yang didapatnya dari Sanggar Sapujogan, dimana Bertosan Aji merupakan bagian dari kegiatan Gerakan seni mahasiswa, “tapi yang lebih penting buat kami adalah adanya wawasan dan pemahaman baru yang selama ini kami selalu berfikir tentang keris berarti adalah klenik” papar Tanti penuh bangga. (Hery)