METROPOST1.COM, Indramayu — Sebuah komunitas Budaya Sanggar Gelora Muda, yang membina Anak anak usia SD sampai SMP untuk tetap mencintai seni tradisi dan Budaya peninggalan nenek moyang, dimana seni dan budaya sangat berperan penting dalam terciptanya negara kesatuan Republik Indonesia.
Dongeng keliling salah satu wujud mendekatkan diri kepada anak anak supaya tidak lupa akan seni, tradisi dan budaya leluhurnya sendiri, dan selalu menyertai pementasan pementasan gamelan yang di mainkan oleh anak anak SD, SMP.

Ditemui di lokasi kegiatan, Wata selaku pembina dari sanggar Gelora muda memaparkan, “Kami melakukan kegiatan pelatihan untuk anak anak sejak tahun 2016, berawal dari kepedulian terhadap nasib seni yang semakin lama semakin kekurangan generasi penerus untuk melestarikan kesenian kesenian tradisional, sudah kurang lebih 16 tahun kami melakukan kegiatan ini secara mandiri” ungkapnya.
“Dan kami selaku pembimbing sangat bangga ketika anak anak binaan kami ini sudah bisa berkiprah bersama kelompok kelompok seni kenamaan Indramayu” imbuhnya.
Selanjutnya Wata juga menjelaskan, dari generasi ke generasi sampai sekarang kami membuka untuk siapa saja yang ingin belajar gamelan tanpa dipungut biaya. “Memang perjalanan kami penuh liku liku, tapi ini bagian dari perjuangan secara kemandirian” papar Wata penuh semangat.
Pendongeng Samsudin yang lebih dikenal di kalangan anak anak dengan sebutan uncle Sam mengatakan “Kami mendongeng menggunakan wayang kertas, dengan tema binatang, maksud dan tujuan kami adalah menyampaikan pesan pesan yang ringan, supaya mudah dicerna dan diingat, saya sangat senang sekali dengan dunia anak anak, dimana anak anak adalah aset negara yang harus dijaga, dengan segala kemampuan dan secara kemandirian ini saya ikhlas”
ungkap uncle Sam. (Hery)