METROPOST1.COM, Indramayu — Kegiatan Bazar Pasar Murah dilaksanakan di obyek wisata Arjuna Ireng desa Sudikampiran blok Senerang kec. Sliyeg.
Kegiatan diikuti dari berbagai komunitas pelaku UKM Indramayu, bukan hanya dari hasil hasil pertanian, akan tetapi juga dihadiri pelaku pelaku kreatif dan seni.
Kegiatan Bazar dihadiri Camat Sliyeg H. Wasga Cipto Wibowo, S.H., M.Si, yang mendukung kegiatan Bazar Pasar Mitra Tani, dan besar harapannya akan menjadi kegiatan yang rutin.
Luky Wakidi yang akrab dipanggil Luki, selaku pemilik obyek wisata Arjuna ireng yang juga digunakan sebagai area bazar mengatakan, “Harapan saya kegiatan ini bisa berkelanjutan, silahkan gunakan area yang ada pada Arjuna Ireng, Arjuna Ireng kami namakan DNA (Dolan Ning Arjuna Ireng) atau istilahnya Main di Arjuna Ireng, area kami cukup luas dan kami berikan kebebasan untuk para pelaku kreatif, supaya bisa bangkit dengan kegiatan kegiatan positif yang membangun” ungkap Luki.
Dalam sambutannya, ketua pelaksana Ayi Sumarna mengatakan, “kegiatan ini kami dari penggiat petani organik berkolaborasi dengan berbagai komunitas UKM dan pelaku seni untuk bersama sama melakukan gerakan supaya bisa bersama sama membangun perekonomian secara mandiri tanpa selalu mengandalkan bantuan bantuan dari pemerintah, tapi dengan kegiatan ini kita bisa menciptakan peluang dengan potensi potensi yang begitu besar di Indramayu” papar Ayi.

Kabid dinas perindustrian dan perdagangan Kab. Indramayu, mengatakan, “menyambut baik diadakannya pasar mitra tani ini, bahkan kalo bisa diperbanyak di berbagai titik di Indramayu, karena ini akan berdampak positif kepada para pelaku pertanian maupun pelaku UKM dimana akan menjual secara langsung hasil produksinya ke masyarakat”.
Kegiatan dilanjutkan dengan Talk show terkait pangan sehat, bagaimana cara menyikapi hasil pertanian yang baik dan benar supaya menjadi pangan yang sehat dan bermanfaat secara nilai ekonomis.
Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan) Kab. Indramayu Ir.Dasma Adiwijaya, mengatakan, “Sangat Penting sekali diberikan pemahaman pemahaman terkait petani dan dan cara mengelola hasil pertanian yang baik dan benar supaya bisa bersaing dengan harga dan kualitas yang baik, supaya dengan hasil bumi di tanah indramayu yang begitu subur bisa mensejahterakan masyarakat Indramayu secara mandiri tanpa ketergantungan dengan bantuan bantuan pemerintah,” papar Dasma. (Hery)