METROPOSTNews.com | Indramayu — Rumah milik warga yang berada di lokasi bangunan proyek BBWS di Desa Kertasmaya kabupaten Indramayu Jawa Barat mengalami ambruk bagian depan dan samping, juga tanah yang tadinya rata dengan pelataran rumah masyarakat kini amblas sekitar 3 meter lebih hingga menyeret sebagian rumah seperti dapur dan kamar mandi.
Dari pantauan metropostnwes di lokasi, rumah warga Bagian depan samping rumahnya tepat berada berdampingan dengan proyek pembangunan pelindung tebing dan tanggul banjir di desa Kertasmaya kabupaten Indramayu dengan lelang anggaran pagu Rp 7.405.040.000 dan dimenangkan pada saat lelang oleh CV Mudya Nusantara beralamat di jalan nusantara Bandung jabar dengan nilai penawaran Rp 4.922.200.338 peserta lelang terdiri dari berjumlah 194 cv, Rabu 22 desember 2021.

Tim Metropost menyambangi Agus selaku ketua LSM KPK di kediamannya, dalam kiprah nya penggiat anti korupsi mengatakan, “rumah Wiwid dan Entin warga setempat yang terdampak itu memang sudah ketarik mau ambruk. Pada saat team LSM KPK investigasi, kami ke lokasi beberapa hari yang lalu dugaan sementara memang akibat adanya proyek BBWS tersebut ” tuturnya.
Selain itu sambung Agus, “melihat nilai anggaran penawaran yang jauh berbeda dengan pagu anggaran, adanya kejanggalan dari nilai kami menduga ada yang kurang beres dalam pembangunan proyek itu” tegasnya.

Ia bersyukur karena tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, “meski terlihat banyak yang longsor tidak ada korban, alhamdulilah” sambungnya sambil menunjukkan foto dan video hasil investigasi anggotanya.
Masih lanjut dengan agus “Harapan warga rumah yang terkena dampak ada tanggung jawab untuk segera diperbaiki, ungkapan warga pada kami” dan dalam waktu dekat pihaknya akan melanjutkan pengaduan terkait mekanisme pengadaan barang dan jasa dan mekanisme jasa kontruksi. (MT jahol)



