Gedung Setda Kabupaten Tangerang (foto: Istimewa)
Metropostnews.com | Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan tajam setelah Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) merampungkan renovasi gedung Sekretariat Daerah (Setda) dengan total biaya fantastis mencapai Rp14,7 miliar.
Proyek berkonsep “minimalis modern” ini dinilai kontradiktif, karena dilakukan di tengah dalih keterbatasan anggaran daerah, namun mampu menyulap interior gedung menjadi super mewah, termasuk penyediaan ruang fitness khusus aparatur sipil negara (ASN).
Renovasi yang menggunakan skema tahun jamak (multi-years) ini, berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), memenangkan CV Lentera Lestari dengan nilai kontrak final Rp14.703.396.100,40.
Anggaran fantastis tersebut digelontorkan untuk merombak area strategis seperti ruang Asisten Daerah (Asda) I, II, dan III, serta ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Ironisnya, Kepala Bidang Bangunan DTRB, Deki Kusmayadi, berdalih bahwa pekerjaan dilakukan bertahap karena keterbatasan dana.
Ia bahkan menyebut jika dikerjakan total, biayanya bisa menembus Rp30 miliar.
Alasan klasik “keterbatasan anggaran” ini pun memicu pertanyaan serius mengenai skala prioritas Pemkab Tangerang.
Publik menanyakan, apakah renovasi interior dan ruang kebugaran lebih mendesak dibandingkan peningkatan pelayanan publik yang nyata.
Pantauan di lokasi (27/2/2026), transformasi gedung sangat menonjol dengan interior warna cokelat abu, lighting modern, dan ornamen kayu yang kental kesan mewahnya.
Pengerjaan mencakup 14 item, mulai dari entrance, lobi utama, hingga musala.
Kini, publik menanti apakah kemewahan fisik gedung Setda ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan birokrasi, atau hanya sekadar memanjakan mata dan fisik pejabat di lingkungan Pemkab Tangerang. (MP)

