Metropostnewscom/Cirebon – Ribuan pengemudi yang tergabung dalam komunitas ojek online (Ojol) Kota Cirebon yang beroperasi di Kota Cirebon turun ke jalan menyuarakan tuntutannya.
Dalam orasinya Tryas, Koordinator Aksi menyampaikan beberapa point tuntutannya, diantaranya, meminta untuk segera merealisasikan BLT Ojol di Kota Cirebon tahun 2022.
“Tuntutan kami selanjutnya, status hukum ojol dibuatkan Perda atau Perwali di wilayah Cirebon,” ucapnya.
Tuntutan lainnya, masih kata Tryas, teekait kepastian terhadap aplikator yang memiliki kantor operasional di Kota Cirebon untuk segera ditindaklanjuti.
“Kami juga menuntut untuk menerapkan aturan pemerintah pusat Permenhub nomor 667/2022 tentang potongan aplikasi sebesar 15 persen, selama ini menjadi 20 %,” sebutnya.
Pihak OJol juga meyamoaikan soal pembatasan online roda dua yang dibuatkan Perda atau Perwali juga hilangkan double order.
“Selanjutnya tuntutan kami penyesuaian tarif non bike, harus segera dibuatkan Perda untuk mengatur tarif tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Novel, anggota DPRD Kota Cirebon dihadapan para pengunjuk rasa menyampaikan, apa yang disampaikan pengunjuk rasa menjadi salah satu masukan bagi pihaknya.
“Usulan-usulan tersebut sangat kami terima , sebagai wakil rakyat kami terbuka sehingga keberadaan kami dapat dirasalan manfaatnya buat sahabat-sahabat Ojol,” ucap Novel. (Cepy)
