Metropostnews com/Lebak – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten yang diwakili PWI Kabupaten Lebak, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lebak, Densus 88 dan
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lebak
melakukan kajian bersama dengan topik hangat tentang keberagaman hidup beragama dan membangun masyarakat toleran. Kajian tersebut digelar di kantor Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) aula Podcast Radio Multatuli FM, pada Kamis (27/02/2025).
K.H Ahmad Hudori, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak menyampaikan, bahwa peran kerukunan beragama adalah menjaga nilai-nilai persatuan umat beragama yang hidup dalam bingkai perbedaan sehingga tumbuh rasa aman, damai, dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Dialog antar umat beragama dan peran antara pemangku agama selalu terjalin dengan baik. Harmoni dalam keberagaman, akidah terjaga, kerukunan terpelihara,” ujar K.H Ahmad Hudori.
Ketua Seksi Diklat PWI Lebak, Mohamad Iyos Rosyid menjelaskan, bahwa peran pers adalah menjaga nilai-nilai persatuan, menangkal berita-berita hoax atau provokatif yang dapat memecah belah bangsa dan negara. Optimalisasi sosialisasi peran keberagaman dan keharmonisan di wilayah Kabupaten Lebak ini sangat penting di rasa agar nilai persatuan terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Lebak saat ini memiliki tiga contoh moderasi beragama yaitu di Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Maja, dan Kecamatan Leuwidamar. Dimana masyarakat berdampingan dan hidup harmonis dalam bingkai bhineka tunggal Ika. Ini adalah sebuah anugerah yang harus kita syukuri bersama bahwa perbedaan adalah khasanah harmoni yang indah,” ungkap Yosa.
Ipda Hari Mulyono, Katim 2 Idensos Densus 88, menjelaskan, bahwa peran Densus adalah mendeteksi hal-hal yang ingin memecah belah nilai persatuan, pencegahan paham radikalisme yang mau mencoba memecahkan nilai toleransi yang sudah dibangun.
“Sesuai dengan program Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tentang harmonisasi dan toleransi yang terkandung dalam Aswa Cita maka peran Densus sudah jelas untuk menjaga agar kerukunan umat beragama ini dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat. Kabupaten Lebak ini adalah representatif keberagaman yang menjadi role model di Provinsi Banten. Maka nilai-nilai baik harus terjaga selalu,” ujar Ipda Hari Mulyono.
Sementara itu, H. Sukanta selaku Kepala Bakesbangpol Lebak mengatakan, pihaknya setiap bulan menyelenggarakan dialog dan pembinaan antar umat beragama di masing-masing kecamatan, karena masyarakat di daerah itu pluralisme dan heterogen keanekaragaman perbedaan suku, bahasa, budaya, agama dan sosial, namun hingga kini tetap bersatu dan hidup rukun serta damai.
“Bahkan, pendirian tempat ibadah sementara di Desa Curugbadak, Kecamatan Maja sangat damai. Pemerintah
daerah terus melestarikan nilai-nilai harmonisasi dengan melakukan pembinaan dan dialog agar kehidupan
keragaman tersebut untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan. Kami mengapresiasi bahwa Lebak menjadi
percontohan harmonisasi antar umat beragama di Banten,” pungkasnya. (Apuh)
