METROPOST1.COM, Indramayu — Masyarakat desa Panyingkiran lor kecamatan Cantigi kabupaten Indramayu sambut baik program BSPS dari provinsi dengan nilai anggaran Rp 17.500.000,00.
Menurut keterangan penerima manfaat, bapak Kasdu yang beralamat di RT 02 RW 01 blok Lurung mengatakan bahwa yang ia peroleh cuma bahan matrial saja, pertama semen 25 sak, kayu Dolken 25 batang ukuran kecil, kayu usuk 80 batang, genting 1.500 biji, bata merah 3.999 biji, serta kusen pintu dua stel, jendela dua stel
“Nah kalau masalah buat bayar tukang dari kita penerima manfaat kan dari sananya tukang cuma dikasih Rp 700.000.00:_ mana cukup kerja satu Minggu apalagi lebih, belum makan minum rokok dari tuan rumah, katanya bantuan itu tidak merugikan penerima manfaat ko di desa Panyingkiran lor penerima manfaat yang kerepotan” ungkapnya.
Di lapangan, tim metropost1 menemukan keganjilan dari bahan matrial yang tak layak dipakai semana mestinya, salah satu contoh adalah kayu kusen dan daun pintu itu sudah merupakan jenis dimana jika terkena sinar matahari atau hujan akan berubah bentuk melengkung, karena kayu yang dipakai dari bahan yang berkualitas rendah.
Sementara itu, Ketua LPM desa Panyingkiran lor sebagai penyelenggara atau sebagai pemangku yang ditunjuk sampai saat ini belum sempat dimintai keterangan terkait program berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga berita ini diterbitkan.
Kuwu Panyingkiran lor saat dimintai keterangan melalui whatsapp tidak memberikan komentar banyak, “maaf pak masalah bedah rumah dari BSPS bukan kewenangan desa itu kewenangan LPM yang mengelola” ujarnya singkat. (MT jahol)




