MetropostNews.Com |Bener Meriah – Dengan berhentinya pembangunan SPBU di Kecamatan Pintu Rime Gayo beberapa bulan ini telah menjadi isu serta perbincangan yang cukup hangat di seluruh kalangan masyarakat.
Dengan hal itu Senin 10/4/2023 Pj Bupati Bener Meriah Drs.Haili Yoga.Msi.Memberikan penjelasannya pada media ini,” itu yang salah sejak awal jangan lagi kita kaji,jangan lagi ada saling menyalahkan,sekarang kita perbaiki semua,dan masyarakat jangan di rugikan ,biarkan dinas terkait yaitu Dinas inspektorat dalam proses pegauditan udah beberapa bulan ini ” ujarnya .
Dalam wawancara itu juga Pj Bupati yang berhawa dingin itu juga mengatakan,” program pembangunan SPBU di Kecamatan Pintu Rime Gayo yang bersumber dari dana Desa yang di kumpulkan dari setiap Desa Rp300.000.000 Rupiah , cukup bagus bahkan mungkin satu-satunya di Indonesia,dan perlu kita dukung dan kita apresiasi,imbuhnya”.
Berhentinya pembagunannya memang,untuk di hentikan sementara karena dalam proses pengauditan bahkan Inspektorat Kabupaten meminta bantuan Badan pemeriksa keuangan dan pembanngunan Provinsi Aceh (BPKP )dalam proses pengauditan dalam penggunaan anggaran yang besar ini.
saat media ini meminta komfirmasi,ke Tim pengaudit inspektorat Kabupaten Bener Meriah menjelaskan
adapun langkah tersebut di lakukan karena terbatasnya ruang lingkup Inspektorat Kabupaten untuk menangani pembangunan SPBU tersebut yang mana di laksanakan oleh Perseroan Terbatas ( PT )
yaitu PT PRG ENERGY
Dengan dua kali sudah pertemuan waktu lalu di kantor BPKP di Banda Aceh untuk menelaah permasalahan pembangunan SPBU tersebut,
Pihak BPKP Aceh telah meminta surat permohonan untuk membantu inspektorat Kabupaten Bener Meriah dalam mengaudit pembangunan SPBU yang telah menelan anggaran Miliaran rupiah itu.
Tepat senin 10/4/2023 Dinas Inspektorat Bener Meriah telah memenuhi permintaan BPKP Aceh
Yaitu mengirimkan surat permohonan bantuan dalam menangani hal SPBU yang berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo itu.
Karena baru hari ini kita kirim,maka kita tunggu lagi pihak BPKP untuk selenjutnya ,ujar Edy Armansyah selaku Ketua Tim pengaudit inspektorat Kabupaten Bener Meriah,via telfon ke media ini.
Selanjutnya
“Setelah selesai pengauditan ,pembangunan SPBU kembali di lanjutkan,apapun bentuk keperluan SPBU seperti Tabung serta knopi telah ada,tambah Pj Bupati ”
Sebab Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat Pintu Rime Gayo khususnya di rugikan,dan daerah ini umumnya,Kedepannya kita lakukan pembinaan untuk kedepannya dalam pembagunan SPBU yang telah menyerap anggaran cukup besar itu.
Harapannya Pj Bupati Bener meriah “Meminta untuk sementara sabar selesainya hasil pengauaditan.
Kita jangan dulu mengoreng opini
Yang salah sejak awal pembangunan memang ada,namun bukan lagi itu yang kita bahas,yang baik di pertahankan program itu harus berlanjut pembangunannya
Serta Pemda terus mamantau dan akan membina.
Yang pasti pihak pemerintah hanya memberikan solusi pembangunan harus di lanjutkan dan mendukung program itu,dan tidak pernah ingin masyarakat yang di rugikan,tambah Pj bupati”.
Senada dengan tanggapan Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bener Meriah (DPRK ) M.Saleh di ruang kerjanya
menjelaskan ke Media ini ,” setelah ada beberapa kali rapat dengar pendapat (RDP )antara pihak pegelola PT.PRG ENERGY maupun BUNDESMA ( Badan usaha Milik Bersama ) serta dengan teman – teman LSM dengan Komisi A ,pihak DPRK bisa saja membentuk Tim panitia khusus (PANSUS) atas hal di duga magkeraknya pembangunan SPBU tersebut.
Namun dalam hal ini kita tunggu saja pihak inspektorat berkerja ,dan DPRK siap membela hak masyarakat Pintu Rime Gayo khususnnya,
dan pembangunan harus berlanjut,masyarakat jangan di rugikan ,untuk selanjutnya kita akan bicarakan setelah lebaran hari raya ini.ujarnya “.(j)
