Metropostnews.com|LEBAK – Konflik bersenjata yang terjadi di sejumlah negara berdampak signifikan terhadap iklim investasi di daerah, termasuk Kabupaten Lebak. Kondisi global yang tidak menentu menyebabkan pelaku usaha mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan maupun otoritas jasa keuangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Yadi Basari Gunawan, mengungkapkan bahwa realisasi investasi pada triwulan pertama (Januari–Maret) tahun 2025 hanya mencapai Rp272 miliar, jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp450 miliar.
“Ini merupakan imbas dari situasi geopolitik global, seperti perang antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, serta konflik di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Iran, meskipun telah terjadi gencatan senjata. Namun konflik Israel dan Palestina masih memanas dan menimbulkan banyak korban jiwa,” ujar Yadi saat ditemui pada Kamis (03/07/2025).
Menurutnya, ketidakstabilan global itu berdampak langsung terhadap kondisi perekonomian nasional maupun daerah, termasuk menurunnya minat investasi karena ketidakpastian pasar.
Meski demikian, Pemkab Lebak tetap berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif dengan menyiapkan 13 kecamatan sebagai Kawasan Peruntukan Industri (KPI), yang ditunjang oleh infrastruktur strategis seperti jalur Commuter Line dan Tol Serang–Panimbang.
Adapun 13 kecamatan yang masuk dalam KPI antara lain Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Cimarga, Sajira, Curugbitung, Cileles, Cikulur, Kalanganyar, Banjarsari, dan Maja. Penetapan kawasan ini didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Potensi investasi di KPI cukup besar. Kehadiran investor akan membuka berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, suku cadang kendaraan, alas kaki, hingga produk olahan hasil pertanian dan perikanan,” jelas Yadi.
Ia menambahkan, Pemkab Lebak akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui insentif bagi investor serta promosi secara intensif bekerja sama dengan kementerian terkait maupun pemerintah daerah lainnya.
“Kami optimistis target investasi tahun 2025 sebesar Rp1 triliun dapat tercapai, walaupun capaian triwulan pertama masih di angka Rp272 miliar,” tegasnya.
Yadi juga menyampaikan harapannya agar lembaga internasional seperti PBB dapat mengambil langkah konkret untuk menghentikan perang di berbagai belahan dunia, demi menciptakan stabilitas global dan memulihkan kepercayaan investor.
“Kami menjamin bahwa investasi di Lebak aman dan kondusif. Dengan dukungan infrastruktur dan regulasi yang jelas, kami yakin investasi akan terus tumbuh,” pungkasnya. (Apuh)

