MetropostNews.com-MUARA ENIM Suasana acara pernikahan di desa Mulia Abadi Kecamatan Muara Belida di tengah genangan banjir.
Banjir yang melanda sebagian permukiman warga di desa Mulia Abadi wilayah Kecamatan Muara belida belum kunjung surut.
Air dengan intensitas curah Hujan tinggi terus melanda sebagian wilayah kecamatan muara belida.
Sejumlah warga dan para tamu undangan rela basah-basahan Bahkan akibat dari banjir itu, sepasang pengantin baru Nadi Candra dan mempelai Perempunnya Gayatri tetap memancarkan raut Kebahagian walaupun terpaksa melangsungkan resepsi pernikahan di tengah genangan air.
Ketinggian air di bawah tenda sekitar 30 centimeter bahkan di bagian lapangan rumah tinggi Air 1 meter lebih, sementara para tamu undangan datang ke lokasi pesta memakai perahu dan getek namun tak menyurutkan semangat untuk mendoakan, kedua mempelai.


Meski dikelilingi air, proses acara pesta pernikahan warga Mulia Abadi ini tetap berlangsung meriah. dengan menggelar Hiburan Orgen Tunggal Bintang Leo.
Rombongan arak-arakan kedua mempelai menerobos genangan air denga menggunakan Perahu Setibanya di depan panggung.
salah seorang dari rombongan kemudian menggadeng kedua pengantin, menuju ke kursi pelaminan agar tidak basah terkena air.
Pasangan pengantin baru ini ialah Nadi Candara putra dari Bpk Sangkut & Ibu Nurmala bersama pasangan Gayatri, putri dari Bpk Sulaiman & Ibu Maruya Almarhum yang dartang dari desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan barat Ogan Ilir.
Kedua belah pihak keluarga dari pengatin tak bisa menunda proses acara tersebut lantaran sudah sesuai dengan rencana dan jadwal yang ditetapkan.
Keluarga mempelai pria, Sangkut, mengatakan pesta resepsi pernikahan berlangsung hari ini Kamis (25/januari 2024). Katanya, memang sudah beberapa hari air telah menggenangi, tapi kami tidak menyangka Airnya sampai setinggi ini.
“Agar pengantinnya tidak basah kami membawa pengatin dari rumah ke panggung dengan mengendarai perahu untuk menuju pelaminan ujar sangkut.
Kendati berlangsung di tengah kepungan air pesta berjalan dengan lancar dan tamu undangan tidak ada yang mengeluh bahkan rela terendam air duduk di kursi sambil memainkan Air yang mengenang membasahi sampai pertengahan kaki.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan dapat membantu dan menanggulangi bencana alam ini, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat hususnya di wilayah Kecamatan Muara belida ini karena tempat kami terjadi banjir sehingga melumpuhkan Ekonomi warga desa dengan banjir luarbiasa..! seperti ini” ujarnya.
Kepala desa Mulia Abadi Hayan, Nampak juga Babisa 404-01/ Gelumbang Serda Riswanto, juga sempat hadir mengatakan bencana alam banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan Muara belida disebabkan oleh Air Sungai Belida meluap termasuk juga hujan yang terus mengguyur, sebenarnya banjir di Kecamatan Muara Belida memang musiman, namun di tahun 2024 ini intensitas Air sangat begitu tinggi hingga merendam semua tempat-tempat dan semua jalan Akses masuk ke desa Mulia abadi ini. Paparnya
“Dampak dari itu sejumlah pemukiman warga di desa-desa wilayah Kecamatan Muara belida ini digenangi air dan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter lebih, selaku kepala desa selain mendoakan Kedua mempelai dalam sambutanya menghimbau masyarakat desa tetap menjaga dan waspada pada musim banjir yang cukup besar di tahun ini.
Walaupun ada bantuan Tanggap Banjir Dari PT Dizamatra Powerindo bersama Priamanaya group menyalurkan CSR nya namun Hanya Beberapa KK yang dapat yang tidak dapat Mohon di maklum yang namanya bantuan hanya sedikit, tapi kita tetap mengucapkan kan terimakasih kepada pihak PT Dizamatra atas kepeduliannya mungkin juga dari Pihak lain terketuk untuk memberi bantuan kepada masyarakat yang belum dapat ujarnya. kamis (25/1/2024).
Rep:Juanda Kaperwil Sumsel

