Metropostnews.com|Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk saat ini lebih memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia. Sehingga ini, Pemkab melakukan pengangkatan guru melalui jalur pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja(PPPK). Upaya peningkatan sumber daya manusia dilingkungan Pemkab Lebak tersebut secara intensif dilakukan setiap tahunnya. Tercatat penerimaan PPPK pada tahun 2019 sebanyak 245 orang, kemudian tahun 2021 sebanyak 1.363 orang, dan tahun 2022 sebanyak 1.464 orang.
“Ini bagian dari pada komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di bidang pendidikan. Kita angkat tenaga pengajar pada tenaga PPPK. Untuk itu saya berharap para guru dapat menjaga korp dan menjaga integritas abdi negara,” kata Iti Octavia Jayabaya, dihadapan ratusan guru agama islam, pada acara tasyakuran akbar aliansi guru pendidikan agama islam (AGPAI) Kabupaten Lebak yang berlangsung di gelanggang olah raga (GOR) Ona, Rangkasbitung, Kamis (25/05/2023).
Masih kata Iti, selain tenaga pengajar, pihaknya juga melakukan pengangkatan PPPK pada tenaga kesehatan. Bahkan, ke depan, tenaga administrator juga diberikan kesempatan untuk bisa menjadi PPPK.
Oleh karena itu, komitmen pemerintah daerah yang mengutamakan peningkatan mutu SDM tersebut harus didukung oleh semua elemen. Dukungan tersebut salah satunya dalam bentuk perjuangan untuk pembangunan Kabupaten Lebak dalam berbagai bidang.
“Dengan posisi dan status apapun kita, harus terus semangat dan jangan lelah berjuang bersama untuk Kabupaten Lebak. Jadi kami berharap dukungan dari berbagai elemen,” kata Iti lagi.
Sementara itu, Ketua AGHPAI Kabupaten Lebak, Edi Cahya mewakili seluruh para guru honorer agama se Kabupaten Lebak mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah khususnya Bupati Lebak yang telah memberikan kesempatan kepada Guru Honorer PAI menjadi PPPK.
“Kami hanya mampu berdoa yang terbaik untuk Ibu Bupati. Kami berjanji akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di bidang pendidikan,” kata Edi. (Ajat)
