Metropostnews.com/Cirebon – Harga minyak goreng curah melambung tinggi disemua pasar tradisional seiring dicabutnya harga eceran tsrtinggi (HET) oleh Pemerintah.
Untuk diketahui, harga minyak goreng curah hanya Rp11.000 perliter. Namun, kini naik harga menjadi Rp19.500 perliter. Jika sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan sejak 16 Maret 2022, HET minyak goreng curah Rp14ribu/liter atau Rp15.500 ribu/liter
Kondisi tersebut membuat Forkopimda Kota Cirebon turun mendatangi pasar tradisional dan mendatangi distributor PT. Sinar Mas di Pelabuhan Cirebon, Rabu (23/3/22).
Penanggung jawab PT Sinar Mas, Edi menyampaukan, pihaknya menyalurkan minyak goreng curah ke wilayah 3, yang sebelumnya mendapat kiriman dari kapal dan ditampung di tangki besar, berkapasitas 2000 ton
“Kami sudah me distribusikan 100 ton lebih ke wilayah 3 , dengan harga Rp15ribu/kg, jadi kami hanya menampung minyak goreng curah dari kiriman kapal, kemudian ditampung di tangki, setelah itu, baru di bawa truk tangki didistribusikan ke wilayah 3,” jelasnya.
Kemudian tim monitoring juga menyambangi agen PT 31 Multindo Niaga yang berlokasi di Pronggol Kel Pengambiran Kec Lemahwungluk, saat melakukan pemeriksaan gudang, tim menemukan mesin kemasan, yang di duga dipakai untuk mengemas minyak goreng curah.
Dari pengakuan penanggung jawa PT 31 Multindo Niaga, Iwan, mesin tersebut sudah lama tidak beroperasi.
“Udah lama gak beroperasi,” tuturnya
Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar mengatakan, stok minyak goreng curah aman, sementara untuk harga bervariasi.
“Jadi hari ini kami dari Forkopimda Kota Cirebon dan teknis dinas terkait dan juga melakukan monitoring terhadap ujian dan ketersediaan dari minyak goreng curah, di mana kami sudah mendatangi dua Depo yang ada di pelabuhan di Kota Cirebon dan dilihat dari ketersediaan stok minyak goreng aman,” tuturnya
Fahri melanjutkan, setelah melakukan pengecekan diketahui tersedia stok ada yang sudah sampai 22000 ton dan juga ada yang 300 ton tapi sambil menunggu pengiriman dari kantor pusatnya atau dari produsennya.
“Selanjutnya kami melakukan juga pengecekan ke dua agen gimana dari hasil pengecekan juga stok tersedia seperti yang kita lihat bahwa stok saat ini sudah tersedia bahkan masyarakat mengantri untuk membeli,” ucapnya.
Saat ini, lanjut Fahri kesimpulannya adalah bahwa persediaan minyak goreng curah masih aman di Kota Cirebon dan juga tersedia di agen-agen, dan ditemukan mesin pembuat kemasan untuk minyak goreng curah, tetapi berdasarkan informasi awal dari pemilik bahwa kegiatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi.
“Nanti kami dari tim audit yang terdiri dari Satreskrim Polres Cirebon Kota bersama dinas perdagangan akan melakukan audit terhadap hal tersebut dilihat dari kemasan yang membuat kemasan dengan merek yang dibuat oleh sendiri,” katanya.
Sementara, Kasi humas Polres cirebon Kota Iptu Ngatidja menghimbau masyarakat untuk melaporkan apabila mendapat informasi adanya penimbunan minyak goreng curah.
“Kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat, apabila ditemukan ada yang menimbun minyak goreng curah atau kelangkaan di daerah masing-masing,” pungkasnya. (Cepy)
