METROPOST1.COM, Tokyo — Menjelang Olimpiade yang dilaksanakan bulan depan, Jepang akan melonggarkan status darurat virus corona di sembilan prefektur termasuk Tokyo. Namun demikian pemerintah Jepang tetap akan menerapkan beberapa langkah guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, diantaranya seperti membatas jumlah penonton pada acara-acara besar.
Melansir Reuters, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga meminta masyarakat Jepang untuk menonton Olimpiade di TV untuk menghindari penyebaran virus. Dia mengatakan, sangat penting untuk menghindari rebound kasus covid-19 saat pelaksanaan Olimpiade, yang akan dimulai pada 23 Juli setelah ditunda tahun lalu.
“Yang penting adalah melanjutkan kebijakan kami dengan rasa urgensi untuk mencegah penyebaran infeksi. Pada saat yang sama kami harus menjaga upaya kebijakan vaksinasi untuk mencegah rustuhnya sitem medis”katanya dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Suga mengatakan, pihak berwenang mencabut keadaan darurat untuk sembilan wilayah tetapi akan mempertahankan tindakan “darurat semu” di tujuh di antaranya, termasuk Tokyo, hingga 11 Juli. Keadaan darurat telah ditetapkan berakhir pada hari Minggu.
Di bawah tindakan “kuasi darurat”, bar dan restoran, yang sekarang dilarang menyajikan alkohol, akan diizinkan lagi untuk beroperasi hingga pukul 7 malam. Tentunya dengan syarat, mereka melaksanakan protokol pencegahan Covid-19.
Akan tetapi, otoritas lokal dapat memilih untuk mempertahankan larangan tersebut jika mereka merasa perlu. Restoran masih akan diminta tutup pada pukul 8 malam.
“Penting untuk menyelenggarakan Olimpiade Tokyo yang aman dan terjamin, mengekang penyebaran infeksi selama periode tersebut dan mencegah penyebaran infeksi setelah Olimpiade,” kata Suga. “Saya ingin mengajak semua pihak untuk mendukung para atlet di rumah, salah satunya dengan menonton televisi,” kata Suga.
Sumber : Reuters
(Aditya)



