METROPOSTNews.com | INDRAMAYU – Masyarakat dua desa datangi kecamatan Balongan paska insiden kecelakaan yang mengakibtkan meninggal dunia dari warga setempat antara mengguna roda dua dan pengangkut BBG (Bahan Bakar Gas) Mobil Tanki LPG untuk audensi dengan pihak Pertamina ITB Balongan dan Dinas PUPR, Indramayu Jawa Barat, Kamis (20/10/2022).
Masyarakat dua desa datangi kantor Kecematan Balongan untuk mempertanyakan terkait jalan rusak yang sering terjadi kecelakaan bhakan sampai mengakibatkan meninggal dunia kemarin.
Berawal paska insiden kecelakaan antara sepeda motor jenis Honda Scoopy bernomor E 3756 PAZ yang dikendarai suami istri dari arah utara melaju di Jalan raya Balongan tepatnya disaping kantor Kecamatan Balongan hendak menyalip truk tangki LPG yang melaju dari arah yang sama. Namun, tiba-tiba diduga korban terjatuh menghantam lobang jalan dan sang istri itu masuk kolong mobil truk tangki LPG bernomor G 9125 CB hingga terlindas.
Warga yang melihat histeris dan berhamburan melihat kejadian tersebut. Di lokasi kejadian korban tergeletak dalam kondisi mengenaskan, bagian kepala korban pecah dan tubuh korban terserak.
Korban yang meninggal dunia Saudari berinisial M 23 Tahun, berboncengan dengan Suaminya W 25 Tahun, meninggal dunia ditempat.
Dikawal oleh seluruh kuwu, masyarakat dari dua desa yang akan melaksankan uadensi dengan pihak PUPR Indramayu dan pihak Pertamina ITB Balongan yang difasilitasi oleh pihak kecamatan.
Camat Balongan Opik Hidayat membuka audensi dan memfasilitasi anatara masyarakat dan pihak pertamina dan PUPR Indramayu.
Iwan salah satu warga dari Desa Tegalurung menyampaikan kepada kedua pihak yang bertanggungjawab terhadap pemeliharahan jalan raya dan angkutan jalan yakni PUPR dan Pertamina ITB Balongan, kami hanya butuh bukti bukan janji-janji yang selama ini akan dilaksankan perbaikan dengan menggunakan betonisasi,” ucapnya.
Senada dengan Iwan Alim yang merupakan tokoh pemuda pun menuturkan belum genap satu tahun diadakan perbaikan dengan menggunkan hotmix akan tetapi jalan sudah berlubang kembali dan meminta segera ada tidakan dari pihak terkait.
Hasil dari uadensi belum ada titik terang dikarnakan pihak perwakilan yang hadir baik Pertamina ITB Balongan dan PUPR Indramayu masih menunggu keputusan dari masing-masing.
Audensi masyawarah walk out dikarnakan tidak adanya keputusan dan masih menungg.
Dihadiri kurang lebih 50 masyarakat didampingi kuwu dari dua desa tersebut.
Turut hadiri dalam audensi diantaranya, Camat Balongan Opik Hidayat, Kuwu Desa Tegalurung Abdullah, Kuwu Desa Balongan Radi Bin Tjasmad, Pihak Pertamina MOR III dari ITB Tunjang Grup, Pihak PUPR Indramayu yang diwakili Wendi, Dewan Iffan Sudiawan selaku meditator, TNI & Polri Sektor Indramayu dan masyarakat sebanyak 50 orang.
(Tarsono ap)

