METROPOSTNews.com | Tanggamus – Dalam rangka penguatan Soliditas dan fungsi struktur, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Tanggamus Menggelar rapat perdana tahun 2022, di Sekretariat LiRA, Jl. Ir. H. Juanda, Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Jumat, 18/02/2022.
Dalam Sambutan, Khoiri selaku Bupati LIRA Tanggamus mengatakan bahwa rapat kali ini adalah rapat perdana di tahun 2022, rapat pertemuan tersebut juga sebagai penguatan Silaturahmi antar pengurus LIRA dan jajaran anggota LIRA.

“Silaturahmi menjadi sarana efektif bagi sebuah Organisasi untuk terus menjaga soliditas dan kerukunan, di dalam pertemuan ini adalah kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan pendapat serta membahas kinerja kedepan” Kata Khoiri baru-baru ini.
Khoiri juga menyampaikan beberapa fungsi positif di dalam berorganisasi dan juga menghimbau kepada seluruh anggota agar kompak menjalankan roda organisasi secara bersama sama sesuai dengan AD/ART LIRA, serta kedepannya lebih aktif lagi melaksanakan kegiatan kegiatan LIRA yang telah disepakati bersama.
“Didalam berorganisasi kunci utama adalah kompak, kita semua berprofesi sebagai Lembaga maka dari itu asah kreatifitas dan produktifitas, tetap selalu bekerja profesional dan selalu taat pada aturan yang telah ditentukan.” ungkapnya.
Tak hanya itu ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yang akan diadakan di Batam dan diikuti seluruh DPD dan DPW se Indonesia.
“Insya Allah minggu ketiga bulan Maret ini kita akan menghadiri undangan MUNAS bagi kawan-kawan anggota LIRA yang ingin menghadiri undangan tersebut dipersilahkan dan tidak ada larangan”,
Setelah selesai acara tersebut, LSM LIRA adakan Inspeksi Mendadak (Sidak) minyak goreng ke sejumlah toko retail di Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.
Langkah ini untuk mengetahui ketersediaan minyak goreng dan sebagai upaya turut memantau kemungkinan adanya penimbunan.
“Kami dari Lembaga LIRA Tanggamus melakukan sidak ke sejumlah toko retail untuk memastikan ketersedian stok minyak goreng dan memastikan tidak ada penimbunan, alhasil memang kesedian minyak goreng kosong”, ucapnya.
Menurutnya setelah bertanya ke beberapa pegawai minimarket dan karyawan Toko terkait ketersediaan minyak goreng, ternyata pasokan dari gudang juga mengalami ke kosongan dan tidak bisa dipastikan pengirimannya.

Selain meninjau rak penyimpanan minyak goreng, Tim LIRA juga meninjau gudang penyimpanan di minimarket dan toko toko besar, dan hasilnya memang tidak ada stok sama sekali.
“Memang tidak ada penimbunan karena setelah diperiksa juga tidak ada stok,” tuturnya. (Romi)



