Metropostnews.com | Pandeglang – Universitas Terbuka (UT) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan lingkungan di Desa Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan bertema “Penataan Lingkungan melalui Implementasi Program Pengolahan Sampah Organik” ini berlangsung dalam tiga tahap sejak Juni hingga Oktober 2025.
Empat fakultas di UT terlibat dalam program tersebut. Hal itu disampaikan Ketua PkM Nasional UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., kepada awak media di Pandeglang, Sabtu (29/11/2025).

Prof Maman menjelaskan, Desa Kurungkambing yang memiliki potensi pertanian dan wisata pedesaan menghadapi persoalan pengelolaan sampah organik.
Karena itu, kata Prof Maman, kegiatan PkM bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengolahan sampah, pemanfaatan kompos, serta penataan lingkungan untuk mendukung rencana pengembangan desa wisata berbasis pertanian dan budaya lokal.
Tiga Tahap Pelaksanaan PkM UT

Tahap I: Sosialisasi Program (16 Juni 2025)
Pada tahap awal, tim FKIP UT melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat mitra. Dialog terbuka digelar untuk menggali kebutuhan warga sekaligus menyusun program yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Tahap II: Penyuluhan Kompos dan Apotik Hidup (3 Oktober 2025)
Tahap kedua mencakup dua kegiatan utama:
a. Penyuluhan Pembuatan Kompos
Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., dan Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang manfaat kompos, metode pembuatannya, serta contoh kompos siap pakai. Warga juga menerima leaflet edukatif sebagai panduan.
b. Penyuluhan Apotik Hidup
Kegiatan dipandu oleh Dr. Ir. Nurhasanah, M.Si., dan Siti Hadianti, S.Pd., M.Pd. Warga diperkenalkan pada berbagai tanaman obat beserta manfaat dan teknik budidayanya. Sebanyak sembilan jenis tanaman obat dibagikan kepada warga, antara lain jahe, kunyit, temulawak, stevia, salam, sambiloto, dan saga.
Tahap III: Penataan Taman Sekolah dan
Simulasi Kompos (30 Oktober 2025) Tahap ini mencakup dua kegiatan utama:
a. Penataan Taman Sekolah di SDN Kurungkambing 3
Dipimpin Ibu Hidayah, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Sodidkin, S.Pd., M.Si., serta didukung Kepala Sekolah Hj. Yeti, S.Pd., M.Pd. Kegiatan meliputi penataan zona taman, penyediaan tanaman hias, serta distribusi pot tanaman ke kantor desa dan beberapa TK sekitar.
b. Simulasi Pembuatan Kompos
Tim UT mendampingi masyarakat mempraktikkan empat metode pembuatan kompos, yaitu metode tumpukan, Takakura, vermikompos, dan kompos cepat.
Kolaborasi Empat Fakultas UT
Prof Maman menambahkan, kegiatan PkM di Desa Kurungkambing melibatkan sinergi empat fakultas di UT. FKIP berfokus pada pendidikan lingkungan dan penataan taman, FST mendukung pengembangan agrowisata dan teknologi pertanian, FEB memperkuat ekonomi masyarakat desa, serta FHISIP memperkuat manajemen desa dan pelayanan publik.
“Sinergi lintas fakultas tersebut memperkuat upaya mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak dan Harapan Lanjutan
Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pengolahan sampah organik, keterampilan membuat kompos, pemanfaatan tanaman obat, hingga penataan lingkungan desa. Sekolah pun kini memiliki taman edukatif yang lebih asri dan ramah belajar.
Prof Maman berharap masyarakat dapat melanjutkan program ini secara mandiri. Ia menegaskan bahwa Universitas Terbuka berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan nasional. (Ajat)

