Metropostnews.com, Cirebon – Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon akan turun ke tingkat RT di Cirebon untuk memberikan pemahaman akan fungsi kedua lembaga tersebut. Selain itu, untuk memberikan pemahaman tentang alur laporan ketika ada peristiwa kekerasan terhadap anak.
“Kami yakin, dengan memberikan pemahaman hingga ke tingkat RT tersebut akan mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak, hak-hak anak akan terpenuhi,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiyah, saat menerima kunjungan Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya di sekretariat KPAID Kabupaten Cirebon di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Ia menambahkan, tidak ada kasta orang mampu dan tidak mampu, sehingga ketika ada kasus kekerasan terhadap anak maka pihaknya akan langsung menangani.
Komnas Perlindungan Anak bersama KPAID Kabupaten Cirebon bersinergi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Demikian disampaikan Fifi Sopiah, Ketua KPAID Kabupaten Cirebon saat menerima kunjungan di kantor KPAID Kabupaten Cirebon, Jl. Cideng Indah, Kewadung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/6/23).
“Dalam penanganannya kekerasan anak dibutuhkan kolaborasi bersama lembaga lain, salah satunya Komnas Perlindungan anak ini,” kata Fifi yang biasa disapa Bunda Fifi ini.
Kepada masyarakat, ia pun menghimbau untuk melapor apabila menemukan kasus kekerasan terhadap anak.
“Pintu kami terbuka lebar, silahkan melapor kapanpun dan jangan sungkan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia pun berharap lembaga lainnya dapat dapat bersinergi dengan pihaknya.
“Semoga lembaga-lembaga lain bisa bersinergi dengan kami, ayo bareng-bareng untuk mewujudkan Cirebon ini menjadi Kota layak anak, saya bahagia sekali karena Komnas PA yang selama ini tidak diragukan lagi kiprahnya untuk mengawasi, melindungi, anak-anak korban yang ada di wilayah 3 Cirebon,” ungkapnya.
Sementara itu, Siti Nuryani, Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya menandaskan, bagaimana cara preventif dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Karena selama ini, korban datang dan datang lagi, tapi bagaimana caranya dalam pencegahan,” tandasnya.
Pihaknya menyambut baik kerjasama antara kedua lembaga tersebut, pihaknya berharap, dengan sinergi tersebut kedepannya bisa berkurang kasus terhadap kekerasan anak di Cirebon Raya.
