METROPOST1.COM, Indramayu — Program bantuan ternak senilai miliaran rupiah dari Fraksi PDI Perjuangan yang dikelola Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu patut dipertanyakan. Sebab bantuan ternak sapi dan pengadaan barang seperti alat mesin apo dan motor roda tiga, diduga tidak sesuai yang diinginkan peternak.
Dari beberapa ketua kelompok ternak saat dimintai keterangan oleh metropost1.com, semua jawabannya sama ‘tekor’ mereka mengakui bantuan sapi yang diserahkan pemerintah melalui pihak ketiga ke beberapa kelompok ternak jauh dari kata standar.

Misalnya dari 8 ekor bibit ternak sapi yang didistribusi ke kelompok ternak. Semuanya kecil tak sepadan dengan harga yang disampaikan kadis atau Kabid peternakan saat rapat Rp 13 jt.
“Ternyata yang diterima kita dan semua kelompok berukuran kecil, mungkin kalau ditaksir Rp 7 jt sampai Rp 8 jt sapinya kurus- kurus lagi” ujar salah seorang ketua kelompok ternak.
Ketua kelompok ternak lain menambahkan, tidak hanya ternak sapi kecil dan kurus, alat mesin juga cuma olahan aja tidak dobel. Jadi kita harus merombak supaya mesin apo bisa dua sistem pencacah rumput dan pengolahan, belum lagi bikin kandang saya tekor untuk buat kandang cuma dikasih Rp 40 jt, ya kita rogoh kocek pribadi, waktu pencairan pertama untuk ternak sapi, mesin apo dan motor roda tiga.
Kalau kita masalah hitung-hitungan ya tidak sampai Rp 200 jt, harga mesin apo Rp 25 jt, harga motor roda tiga atau grandong Rp 33 jt, ternak sapi saya taksir Rp 8 jt kali 8 ekor belum kandang Rp 40 jt.
“Kita orang kecil pak kalau tidak diterima menurut orang dinas akan dipindah masih banyak orang yang mau menerima bantuan, ya kita ambil aja daripada tidak dapat bantuan, sebelumnya sudah dikondisikan oleh dinas pangan dan pertanian sehingga proposal yang diajukan melalui Raos sebagai penunjuk dan ketika pencairan dari 16 kelompok semua rekening diminta oleh Oknum Raos dan rekening tersebut diserahkan ke dinas katanya satu pintu pengadaan barangnya lewat dinas” ungkapnya.
Uang yang diserahkan oleh 16 kelompok kepada oknum Raos berjumlah Rp. 1.536.000.000 ( satu milyar lima ratus tiga puluh enam juta rupiah) dan uang tersebut langsung diambil oleh oknum Raos yang berinisial A untuk dibelikan sapi. Bila harga sapi hanya 8 juta maka ada dugaan terjadi markup atau kerugian negara sebesar Rp. 640.000.000 (enam ratus empat puluh juta rupiah ). (MT jahol)



