METROPOSTNews.com | Cirebon – Beragam inovasi berbasis digital berhasil mengantarkan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas 1 Cirebon meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari KemenPAN RB pada tahun 2021 lalu.
Atas prestasi tersebut, terhitung sejumlah UPT Rupbasan dari wilayah Jabar, Jateng dan DKI Jakarta telah mengunjungi dan melakukan studi tiru di Kantor Rupbasan Kelas 1 Cirebon tersebut. Seperti halnya yang dilakukan Rupbasan Kelas 1 Jakarta Utara pada hari ini, Jum’at (3/3/23) pagi.
Kepala Rubasan Kelas 1 Jakarta Utara, Suprayitno menyampaikan, kegiatan tersebut sangat penting dalam rangka meraih predika ZI WBK.
“Berdasarkan pemberitaan yang saya baca, Rupbasan Cirebon dibawah pimpinan Pak Fajar ini luar biasa dalam ragam inovasi. Sehingga jadi tujuan studi tiru ini,” kata Suprayitno usai kegiatan di kantor Rupbasan Cirebon, Jl. Melati, no 6, Kesambi, Kota Cirebon.
Dari kunjungan terebut, Suprayitno berharap, institusi yang dipimpinnya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dalam mencapai predikat ZI WBK.
“Dengan kunjungan ini, kami berharap akan menjadi lebih baik lagi serta dapat memicu dan menambah motivasi dalam meraih ZI WBK,” harapnya.
Sementara itu, Fajar Nurcahyono Assyifa, Kepala Rupbasan Cirebon Kelas 1 menyebutkan 3 point penting dalam upaya meraih perdikat ZI WBK.
“Semua Rupbasan telah berjuang maksimal, masalahnya adalah, mau atau tidak,” tandas Fajar.
Adapun ketiga point tersebut, sebut Fajar, diantaranya, mindset, support internal intsitusi dan publikasi.
Untuk diketahui, Rupbasan Kelas I Cirebon memiliki beragam inovasi dalm mewujudkan predikat WBK, terdapat 8 (delapan) inovasi non IT, sebut saja, Rebon Senja, Rebon Rukiyah, Ngobras, Saber (Sapu Bersih). Sedangkan inovasi yang berbasis IT yakni, aplikasi Cekatan dan Microside.
“Intinya adalah, dukungan serta kebersamaan dalam berjuang meraih predikat tersebut, ketika kita seirama mau meraih itu, pasti akan bisa,” pungkasnya.

