MetropostNews.com | Majalengka — Wacana pengalihan sebagian alokasi penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mencuat sebagai salah satu opsi revitalisasi bandara di Majalengka.
Usulan ini mengemuka dalam rapat koordinasi Tim Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang digelar di Hotel Metland Kertajati, Selasa (7/4/2026). Opsi tersebut dinilai sebagai solusi atas kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang disebut semakin overload.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyambut baik berbagai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi bandara tersebut. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah pusat mengkaji skema pengalihan secara matang.
“Dari DPN kemarin memang berupaya mencarikan solusi terbaik buat keberlangsungan BIJB, karena bagaimanapun BIJB ini sudah berdiri,” kata Nuril, Rabu (8/4).
Nuril menekankan, pengalaman sebelumnya terkait pengalihan rute penerbangan dari Bandung ke Kertajati perlu menjadi perhatian. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai belum mampu mendongkrak jumlah penumpang secara signifikan.
“Nah itu kan pola-pola itu harus diperhatikan, jadi jangan sampai terulang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai berbagai upaya tetap perlu dicoba. Secara infrastruktur, BIJB Kertajati disebut sangat siap menampung limpahan penerbangan domestik dari Soekarno-Hatta.
Kesiapan itu, lanjut Nuril, salah satunya terlihat dari peran Kertajati dalam penyelenggaraan musim haji 2026. Bandara tersebut dijadwalkan memberangkatkan 40 kloter dengan total sekitar 17.700 jemaah asal Jawa Barat, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 24 kloter.
Menurutnya, jika pembangunan Asrama Haji di Indramayu rampung, seluruh jemaah haji asal Jawa Barat berpotensi diberangkatkan melalui Kertajati. Selain itu, BIJB juga direncanakan menjadi bandara pemberangkatan umrah reguler.
“Kalau untuk fasilitas insya Allah siap. Setelah musim haji selesai, kita juga akan menerbangkan umrah reguler dari Kertajati,” ucapnya.
Sementara itu, Deputi Geoekonomi DPN, Yayat Ruyat, mengatakan usulan pengalihan penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan berbagai pihak.
“Opsi yang paling dekat dimungkinkan adalah memberikan alokasi penerbangan dari Soekarno-Hatta yang sudah overload untuk dialihkan sebagian ke sini,” kata Yayat.
Meski begitu, ia menegaskan DPN masih dalam tahap menyerap aspirasi dan melakukan kajian komprehensif sebelum merumuskan rekomendasi resmi kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menyerap informasi dan aspirasi untuk analisa lebih lanjut, lalu disampaikan kepada pimpinan,” ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan revitalisasi, Yayat belum dapat memastikan. Ia juga menyebut pembahasan anggaran masih berlangsung di tingkat pusat, meski koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mempercepat pengembangan BIJB Kertajati.
(Arrie tharina)
