Metropostnews.com/ Irlandia – Invasi Rusia ke Ukraina jadi sorotan dunia, banyak negara beramai-ramai serukan boikot pada Rusia yang dianggap bertindak di luar batas.
Namun ironis nya justru ketika Israel menyerang Palestina selama bertahun-tahun lamanya, sikap negara – negara tersebut seolah diam dan hal ini dibongkar salah satu politisi asal Irlandia.
Dunia seolah tunjukkan standar ganda, begitu kata salah satu politisi asal Irlandia yang bernama Richard Boyd Barret.
Richard Boyd Barret sebut Israel banyak melakukan kejahatan kemanusian.
“Israel adalah negara yang menjalankan sistem apartheid dan juga melakukan kejahatan kemanusiaan. Perlu adanya sanksi agar hal tidak berperikemanusian itu dihapus,” ujar Richard Boyd Barret dalam video viral oleh Cordova Media, dilihat 7 Maret 2022.
Perlu diketahui kejahatan apartheid adalah tindakan membeda-bedakan seseorang berdasarkan ras dan cenderung memberi diskriminasi pada suatu ras.
Richard Boyd Barret soroti perlakuan berbeda ketika Rusia melakukan kejahatan kemanusiaan dengan sejumlah bukti.
“Hal yang sama juga dilakukan oleh Valdimir Putin di Ukraina, dan kita harus mengecam kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Putin, dalam lima hari banyak negara bergerak untuk menjatuhkan sanksi pada Putin,” tambahnya dalam video tersebut.
Politisi Irlandia ini heran saat Rusia melakukan kejahatan kemanusian, justru respon dari berbagai negara begitu cepat berdatangan, berbeda ketika Israel yang melakukannya.
“Bahkan kita menyebut Putin sebagai barbar, penjahat, pembunuh, penghasut perang, itu semua benar. Tapi hal itu juga harus diterapkan pada Israel. Pemerintah bahkan takut untuk melakukan hal itu,” lanjutnya.
Terang-terangan Richard Boyd Barret sebut banyak negara tidak berani labelkan kata barbar, penjahat dan kata-kata kejahatan lain untuk Israel.
Dalam pernyataannya Richard Boyd Barret juga ungkapkan keheranan lain pada perlakuan dunia atas Israel.
“70 tahun penindasan terhadap Palestina justru tidak ada sanksi,” ujar Richard Boyd Barret seolah tidak terima. ***
