Metropostnews.com | Lebak – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Lebak terus memperkuat budaya literasi masyarakat dengan menambah koleksi buku dan memperluas jangkauan layanan perpustakaan keliling (Pusling). Pada tahun 2025 ini, Dispusar menambah 300 eksemplar atau 150 judul buku baru, sehingga total koleksi buku kini mencapai sekitar 24.000 judul atau lebih dari 20.000 eksemplar.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispusar Lebak, Kadarina, mengatakan bahwa jumlah koleksi tersebut masih jauh dari ideal untuk melayani masyarakat di 28 kecamatan.
“Sarana buku kita memang masih kurang, baru sekitar 24 ribu judul. Tahun ini ada penambahan 300 eksemplar atau 150 judul, dan kami terus berupaya menambah setiap tahunnya,” ujarnya di Rangkasbitung, Rabu (12/11/2025).
Selain meningkatkan koleksi, Dispusar Lebak juga memperluas jangkauan layanan dengan dua unit mobil perpustakaan keliling dan dua motor pustaka. Kadarina menjelaskan, idealnya Kabupaten Lebak memiliki lima hingga sepuluh unit kendaraan pustaka agar dapat melayani seluruh wilayah setiap hari.
“Saat ini kita baru punya dua mobil dan dua motor pustaka. Idealnya minimal lima unit agar bisa melayani lima wilayah per hari. Sekarang yang banyak kita jangkau adalah daerah Lebak Tengah seperti Cipanas, Maja, Muncang, Leuwidamar, dan Curugbitung. Untuk wilayah selatan belum terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan, wilayah Rangkasbitung sementara tidak menjadi prioritas layanan pustaka keliling karena masyarakat di pusat kota dapat langsung mengakses perpustakaan kabupaten.
“Kita prioritaskan daerah yang jauh dari pusat layanan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan akses bahan bacaan,” ujarnya.
Selain melalui layanan pustaka keliling, Dispusar Lebak juga aktif mempromosikan budaya literasi dengan berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek), lomba literasi, dan promosi perpustakaan melalui kegiatan Pusling.
“Harapannya, minat baca masyarakat terus meningkat, terutama di kalangan pelajar dan anak muda,” tutur Kadarina.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan budaya literasi. Pemerintah daerah menilai, akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas perpustakaan menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan masyarakat.
Ke depan, Dispusar Lebak juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah, pesantren, dan komunitas literasi di berbagai kecamatan untuk memperluas jangkauan layanan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semangat membaca dapat tumbuh di setiap lapisan masyarakat, sehingga visi Lebak Cerdas dan Gemar Membaca dapat benar-benar terwujud. (Apuh)

