METROPOSTNews.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) setempat telah mengusulkan sebanyak 25.590 warga terdata sebagai calon penerima bantuan set top box (STB) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.
Kepala Diskominfo Lebak, Doddy Irawan mengatakan, data usulan bantuan STB tersebut menyusul adanya program penghentian siaran televisi terestrial analog atau analog switch off (ASO) di wilayah Kabupaten Lebak.

“25.590 warga penerima STB tersebut tersebar di 148 desa di 18 kecamatan,” kata Doddy, kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (07/11/2022).
Menurut Doddy, data tersebut dihimpun dan diverifikasi oleh pemerintah desa dan kecamatan yang ditunjuk berdasarkan kriteria penerima bantuan STB. Yaitu berada di wilayah siaran terestrial dan menikmati siaran tersebut, memiliki TV analog dan satu KK hanya menerima satu bantuan STB.
“Jadi apabila dalam verifikasi dan validasinya ditemukan lebih dari satu calon penerima dalam satu rumah, maka hanya diambil salah satunya,” ungkap Doddy.
Lanjutnya, dalam melakukan verifikasi dan validasi calon penerima bantuan STB, Diskominfo Lebak berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Adapun data acuan yang digunakan adalah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos) dan data kemiskinan ekstrim dari Disdukcapil Lebak.
“Setelah selesai verifikasi dan validasi, data akan kami kirimkan ke Kementerian Kominfo untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya bantuan akan didistribusikan sesuai dengan nama dan alamat penerima,” ungkapnya.
Namun, lanjut Doddy, sampai saat ini belum ada informasi apapun terkait bantuan STB tersebut. Padahal, banyak masyarakat yang menanyakan bahkan STB tersebut. Karena, jika harus beli harga STB di toko cukup bervariatif. Mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaanpun ada, bagaimana jenis dan merknya.
“Terkait jumlah bantuan yang didistribusikan termasuk teknisnya, merupakan kewenangan dari Kominfo Pusat. Data dari pemerintah daerah hanya berupa usulan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan,” ucapnya.
Terpisah, Dikdik (46), warga Rangkasbitung berharap Diskominfo segera memberikan bantuan STB yang dijanjikan tersebut. Karena, jika harus beli, harganya cukup mahal.
“Iya sekarang siaran televisi sudah analog telah dihentikan sejak malam tadi dan kita berharap bantuan STB segara datang,” ucap pria yang akrab dipanggil Vijay itu. (Ajat)
