MetropostNews.com | LEBAK – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memfasilitasi pemasangan jaringan listrik untuk mendukung operasional pompa irigasi di area persawahan. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani (poktan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) yang membutuhkan pasokan listrik untuk menunjang pengairan lahan pertanian.
Program ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh akses pengairan yang lebih mudah, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan air untuk persawahan berpotensi berkurang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, membenarkan adanya pemasangan jaringan listrik untuk mendukung sistem perpompaan irigasi di area persawahan kelompok tani. Menurut informasi yang disampaikan, bantuan tersebut diajukan oleh kelompok tani kepada Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian.
“Dengan tersedianya sumber energi listrik, pengoperasian pompa diharapkan dapat berlangsung lebih praktis,” kata Rahmat, Minggu (18/10/2026).
Meski demikian, Rahmat belum menyampaikan secara terperinci jumlah kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang telah menerima fasilitas tersebut.
Sementara itu, Senior Officer Konstruksi PLN UP3 Banten Selatan, Yadi Triyadi, mengatakan PLN terlibat dalam pembangunan jaringan listrik menuju area persawahan yang membutuhkan sambungan untuk operasional pompa air.
“Pemasangan jaringan menuju area persawahan dilakukan sepenuhnya oleh PLN,” ujar Yadi.
Ia menjelaskan, kapasitas sambungan listrik yang disebutkan untuk kebutuhan persawahan tersebut sebesar 16.500 kWh per sambungan, sesuai keterangan yang disampaikan pihak PLN.
Penyediaan jaringan listrik itu merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lebak dan PLN dalam mendukung kebutuhan energi untuk kegiatan pengairan pertanian.
Keberadaan jaringan listrik diharapkan memudahkan kelompok tani mengoperasikan pompa air untuk menyalurkan air ke lahan persawahan. Namun, pemanfaatannya tetap bergantung pada ketersediaan sumber air, kesiapan pompa, kondisi jaringan, serta pengelolaan sarana oleh kelompok tani.
Pengelolaan fasilitas secara bersama-sama juga diperlukan agar jaringan listrik dan pompa irigasi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan lahan dan kondisi sumber air.
Dukungan infrastruktur tersebut diharapkan membantu petani menghadapi tantangan pengairan, khususnya ketika curah hujan menurun. Meski begitu, dampaknya terhadap produktivitas pertanian perlu dilihat berdasarkan realisasi pemanfaatan fasilitas dan kondisi di lapangan. (Ajat)

