METROPOSTNews.com | Banjar – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur dusun Kiarapayung desa Puloerang kec Lakbok, beberapa tempat mengalami longsor dan sangat meresahkan bagi warga sekitar, karena disini merupakan daerah pegunungan.
“Ini sudah dua kali longsor… dan sempat diperbaiki cuma pake bahan seadanya, cuma dibenteng pake batu sama tanah, gak pakek semen. Tapi cuma bertahan seminggu karena kemaren hujan lagi dan longsornya makin parah” ujar Endang saat diwawancarai team metropostnews, Jumat (14/1/22).

“Dulu daerah pemukiman disini tidak pernah longsor seperti ini mungkin karena sekarang pohon pohon sudah mulai jarang, akhirnya apabila turun hujan sering terjadi longsor meski bersekala kecil. Tapi sangat menghawatirkan karena imbasnya, rumah mereka akan terancam ikut tergerus tanah. Pemerintah desa setempat pun rencana hari ini akan meninjau ke TKP” ujar Rusmana, selaku kepala desa Puloerang.
“Sebenarnya daerah Kiarapayung itu sedang menunggu pengerjaan lagi yang dulu sempat tertunda, dan semoga di tahun ini pekerjaan drainase di daerah tersebut segera selesai, semoga tahun ini pekerjaan itu bisa dilanjut sehingga untuk meminimalisir terjadi nya longsor” tambah beliau di saat ditemui di ruangan kerjanya.
Endang, salah satu sang pemilik rumah sangat khawatir karena sekarang sudah memasuki musim hujan. Karena jikalau tebing samping rumahnya tergerus air setiap hujan dan tebing samping rumahnya akan terus mengalami kelongsoran, otomatis yang ditakutkan rumahnya akan ikut tergerus longsor juga.
“Ini resiko kalo rumah di sisi gawir, tapi kan kalo gak ada perhatian dari pemerintah setempat mah gimana. Tapi Alhamdulillahnya pa kuwu disini baik, dia nanti katanya mau ke sini untuk meninjau” singkatnya. (RD)




