METROPOST1.COM, Majalengka — Budaya dan tradisi leluhur Desa Nunuk di Kabupaten Majalengka masih sangat kental melekat di masyarakat sampai sekarang dan telah lahir sejak abad ke – 14 silam.
Pada hari ini acara tersebut diberi nama ‘Nyiramkeun Pusaka Karuhun Nunuk’ yang dilaksanakan setiap tahun di bulan safar, dikatakan Sesepuh atau juru kunci Mbah Enda, Kamis 23 September 2021
Menurut Mbah Enda (90), maksud serta tujuan diadakannya acara ini untuk mengenal tradisi leluhur yang telah diwariskan sejak nenek moyang berada secara turun-temurun.
Selain itu, menyiramkan pusaka keluarga Nunuk atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan ‘Nyiramkeun Pusaka Karuhun Nunuk’ untuk nama Nunuk sendiri tidak ada bukti tulisan secara langsung.
“Jadi Berdasarkan silsilah keturunan leluhur-leluhur budaya sunda dahulu nama Nunuk sudah melekat,” kata Mbah Enda.
“Termasuk juga, benda pusaka yang sekarang disiram oleh air suci dari dulunya memang sudah ada dan nunuk sendiri masih termasuk ruang lingkup kerajaan Talaga,” kata Mbah Enda.
“Air suci itu didapatkan dari 7 sumber mata air yang berada di desa nunuk tersebut, dan jaraknya lumayan jauh,” ujarnya.
Pengambilan mata air itu, sudah mulai sejak nenek moyang, dan terkait nama nunuk sudah ada dan masih satu garis keturunan dengan kerajaan Talaga.
Terkait masih satu garis keturunan dengan kerajaan Talaga, ia menjelaskan dulunya ada 4 orang serta ada bukti petilasan juga tepatnya di Cileweung.
Ke empat nama orang itu yakni, Mbah Darma Kurangsa, Mbah Ariang bangga, Ciung Wanara dan Mbah Badugal Jaya semuanya orang Banjarsari. (Ade)




