METROPOSTNews.com | Garut – Untuk mengantisipasi merebaknya wabah Demam Berdarah (DBD) khususnya di Desa Cikedokan Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Kepala Desa bersama masyarakat dibantu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut lakukan penyemprotan di wilayah desa Cikedokan, Kamis (17/2/2022).
Penyemprotan dimulai dari Rw 02 dan Rw 05 yaitu kampung Nangela dan kampung Cijeleren, pasalnya dua kampung tersebut sedang dilanda wabah Demam Berdarah (DMD).

Tercatat sudah 25 orang warganya yang terjangkit wabah tersebut dan dilarikan ke puskesmas terdekat seperti puskesmas Bayongbong dan klinik Cisanca Kecamatan Samarang, kabupaten Garut.
Kepala Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kamaludin Ependi saat ditemui di lokasi kegiatan menuturkan, “sebenarnya wabah Demam Berdarah ini sudah mulai sejak Desember 2021, disebabkan cuaca yang begitu extrim” katanya.
“Kami mendapat laporan dari para Rt, Rw dan juga kader yang ada di Desa kami bahwa di kampungnya banyak yang terjangkit wabah DBD, seperti di kampung Nangela Rw 02 sudah hampir 10 orang yang terjangkit wabah tersebut dan kami terus berkoordinasi dengan puskesmas terdekat, Alhamdulilah baru saat ini kami bisa melakukan penyemprotan ke kampung kampung terutama di kampung Nangela dan kampung Cijeleren” imbuhnya.
Sampai saat ini tercatat 25 orang yang terjangkit DBD dan sempat dirawat di puskesmas dan klinik. “Alhamdulilah secara fisik mereka sudah terlihat sehat dan bisa pulang ke rumah” sebutnya.
Kami menghimbau, kata kades Kamaludin yang akrab disapa Kombes ini untuk lebih berhati hati terutama genangan-genangan air yang bisa menimbulkan jentik wabah Demam Berdarah, “Gerakan kebersihan di tiap kampung terus ditingkatkan dengan cara gerakan tiga M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur” katanya. (Bang Nas)



