Metropostnews.com/LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mengusulkan Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, sebagai lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan ini berdasarkan potensi desa yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan tradisional dan memiliki aktivitas ekonomi berbasis kelautan yang kuat.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, mengatakan pengajuan usulan tersebut didasari oleh tingginya kontribusi ekonomi perikanan di wilayah itu.
“Mayoritas penduduk di Desa Muara Binuangeun berprofesi sebagai nelayan. Maka dari itu, kami mengusulkan desa tersebut menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Rizal saat dikonfirmasi, Selasa (17/6/2025).
Rizal mengungkapkan, aktivitas pelelangan ikan di desa itu cukup signifikan. Rata-rata, volume transaksi bisa mencapai 30 ton per hari, dengan potensi perputaran uang mencapai Rp120 juta per hari, jika harga ikan berada pada kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Tak hanya itu, masyarakat setempat juga mengembangkan usaha mikro berbasis hasil laut, seperti produksi baso ikan, kerupuk ikan, hingga aneka camilan berbahan dasar ikan. Menurut Rizal, hal ini menjadi nilai tambah bagi pengembangan desa secara terintegrasi dalam sektor perikanan.
“Melalui program KNMP, kami berharap pemberdayaan nelayan dan pelaku usaha olahan ikan bisa lebih optimal, serta mendorong lahirnya produk perikanan yang berdaya saing tinggi. Ini juga diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat pesisir,” ujarnya.
Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah selama tahun 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperkuat ekonomi kelautan nasional.
Usulan tersebut juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. Teddy Sumantri, salah satu tokoh pemuda Desa Muara Binuangeun, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah daerah.
“Kami sangat mendukung program ini. Masyarakat kami sebagian besar adalah nelayan dan pelaku usaha olahan ikan. Dengan program ini, kami berharap desa kami bisa lebih berkembang dan sejahtera,” kata Teddy. (Apuh)
