Metropostnews.com/Cirebon – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon melakukan pemeriksaan sejumlah komoditas bahan pangan di Pasar dan swalayan, Selasa (29/3/22).
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Yati Rohayati menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di pasar Jagasatru, pasar Kanoman dan Swalayan.
Adapun bahan pangan yang diperiksa, yakni bahan pangan asal hewan, seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Kemudian sayuran dan buah.
“Kita ambil sampel dari semua bahan pangan tersebut, kemudian diuji dengan metode rapid test oleh petugas pangan untuk mengetahui apakah ada kandungan berbahaya atau tidak,” sebutnya.
Terdapat tiga jenis kandungan yang diperiksa, sambung Yati, pertama, uji formalin dan pondus hydrogenii (pH) untuk daging sapi, ayam, ikan segar dan yang dikeringkan.
“Ikan segar meliputi nila, mujair, sepat, tenggiri, cumi, bandeng sampai udang. Kalau ikan yang dikeringkan ini misalnya ikan asin. Sampel yang diambil merupakan yang paling sering dikonsumsi masyarakat,” tuturnya.
Pemeriksaan yang kedua, lanjut Yati, memeriksa kandungan pestisida pada sayuran dan buah. Untuk sayuran, sampel yang diambil adalah pakcoy, bawang dan sawi putih. Sedangkan untuk buah ada apel, jeruk santang, dan pir.
“Kemudian yang ketiga, kita juga ambil sampel kolang-kaling untuk memeriksa kandungan klorin. Kolang-kaling ini, kita ambil sampel karena sering dikonsumsi saat Ramadan,” katanya.
Setelah dilakukan rapid test pada semua sampel bahan pangan yang diambil, masih kata dia, hasilnya diketahui negatif semua. Baik formalin pada daging dan ikan, pestisida pada buah sampai klorin pada kolang-kaling.
“Kami bersyukur semuanya negatif. Artinya, masyarakat bisa mengonsumsi bahan pangan tersebut dengan aman. Semoga selama Ramadan juga semua bahan tersebut tetap tersedia dan aman dikonsumsi,” pungkasnya. (Cepy)
