Metropostnews.com-Bandung – Bencana pergerakan tanah melanda tepatnya di Kampung Cigombong RT 04/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak 19 Februari 2024.
Kini kampung itu ditinggalkan penghuninya karena dahsyatnya dampak pergerakan tanah yang ditimbulkan. Tak cuma ambruk, sebagian rumah ada yang terangkat karena permukaan tanah jadi bergelombang.
Infrastruktur seperti jalan rusak parah karena permukaannya ada yang amblas dengan kedalaman antara dua sampai empat meter. Satu bangunan sekolah dan posyandu tak lagi bisa digunakan karena rusak parah.
“Jam 5 pagi tadi ada pergerakan lagi, jadi kondisi kerusakannya itu setiap jam akan semakin parah. Rumah yang rusak juga pasti terus bertambah,” kata Kepala Desa Cibedug Engkus Kustendi Jumat (1/3/2024).
Warga sementara diungsikan ke Islamic Center Masjid Agung Cibedug. Di pengungsian tersebut ada 150-an jiwa yang tinggal, sementara sisanya kaum pria berjaga di sekitaran kampung dalam radius aman.
“Kalau rumah kan tidak bisa ditinggali, jadi semua warga harus mengungsi. Tidak boleh ada yang mendekat, jadi dijaga juga sama TNI dan Polri setiap hari,” tambahnya.
Sementara Koordinator Gerakan Tanah Badan Geologi Oktory Prambada menyebut, pergerakan tanah di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih tejadi dan memungkinkan semakin meluas.
“Sampai tanggal dilakukannya asesmen, tanah masih bergeser dan menyebabkan retakan tanah semakin meluas,” kata Oktory dalam pesan singkatnya, Sabtu (2/3/2024).
Oktory menjelaskan, pergerakan tanah di wilayah tersebut berawal saat hujan lebat pada 19 Februari sekitar pukul 18.30 WIB. “Tiba-tiba terdengar bunyi patahan keramik disusul oleh tanah amblas di beberapa rumah”.
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin telah meninjau lokasi pergerakan tanah di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (2/3/2024).
“Hari ini saya meninjau bencana pergeseran tanah di Desa Cibedug, yang terjadi pada tanggal 19 Februari. Tapi ternyata kemudian terjadi susulan pada tanggal 29 Februari di lokasi yang sama,” ucap Bey.
Bencana gerakan tanah juga terjadi di Desa Cibitung, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Meskipun dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun puluhan rumah dan fasilitas umum terdampak termasuk bangunan sekolah yang hancur dan jalan kampung retak, sehingga 192 warga mengungsi.
“Sejak ada tanda-tanda pergeseran (tanah) itu mereka (warga) sudah mengungsi jadi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” sebutnya.
Bey menyampaikan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak BNPB, BMKG dan PVMBG untuk menunggu hasil quick asesmen.
“Nah sekarang terkait dengan relokasi apakah mereka boleh kembali kita menunggu hasil asesmen dari BNPB, BMKG dan juga PVMBG besok hari senin dari hasil itu dilihat apakah direlokasi atau tetap disana tetapi tetap yang utama adalah keselamatan warga yang utama,” ungkap Bey.
Yang paling penting menurutnya yaitu hasil asesmen bisa keluar lebih cepat agar masyarakat segera mendapatkan kepastian.
“Saya juga berkoordinasi dengan kepala BNPB setelah hasil quick asesmen seperti apa akan memberikan bantuan juga ke masyarakat yang terdampak. Terutama kalau relokasi, BNPB akan membantu untuk membangun rumah,” imbuh Bey.
Dari informasi yang beredar,akibat bencana pergerakan tanah di Desa Cibedug tercatat 44 rumah terancam, sebuah bangunan sekolah serta 10 rumah milik warga rusak berat.
Redaksi (MP)
