MetropostNews.com | LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menggelar sosialisasi penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kabupaten Lebak Tahun 2025-2029, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sejumlah perangkat daerah, instansi vertikal, unsur TNI dan Polri, organisasi kemanusiaan, relawan kebencanaan, perguruan tinggi serta pihak terkait lainnya.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan penyusunan dokumen RPBD menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menindaklanjuti program penanggulangan bencana sekaligus memperkuat perencanaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Lebak.
“RPBD menjadi salah satu dokumen penting dalam perencanaan penanggulangan bencana daerah. Karena itu, penyusunannya membutuhkan keterlibatan dan masukan dari berbagai pihak,” ujar Sukanta.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor diperlukan agar perencanaan penanggulangan bencana dapat disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan peran masing-masing instansi dan unsur terkait.
Sosialisasi tersebut melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, di antaranya Sekretariat Daerah, Baperida, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman serta Pertanahan, DiskominfoSP dan sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.
Selain itu, turut diundang BMKG, Basarnas atau unsur pencarian dan pertolongan, TNI dan Polri, PMI Kabupaten Lebak, Forum Pengurangan Risiko Bencana dan relawan kebencanaan, serta sejumlah perguruan tinggi.
Sukanta berharap proses penyusunan RPBD dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam melaksanakan upaya penanggulangan bencana untuk periode 2025-2029.
“Kolaborasi antarpihak sangat diperlukan dalam membangun kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah,” katanya.
Penyusunan RPBD diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Lebak.
(Ajat)

