Metropostnews.com-Cilacap – Seorang Pemuda memutuskan hidup menyendiri di hutan selama bertahun-tahun demi menghindari dosa sesama manusia dan maksiat.
Adalah Yanto, berusia sekitar 30 an,seorang lelaki yang berstatus lajang memutuskan hidup jauh dari keramaian dan membangun sebuah gubug di tengah hutan pinus penuh kesederhanaan dan terkesan apa adanya tanpa adanya penerangan atau aliran listrik.Gubuknya tepat di bawah sebuah makam keramat yang selama ini tak ada orang yang berani tinggal disana,bahkan untuk lewat malam hari pun jarang orang berani karena banyak cerita menyeramkan.
Kesehariannya dia bekerja menjadi buruh sadap getah pinus dengan sistem borongan. Jika telah usai dari menyadap pinus dia mengisi waktunya menanam pohon kayu keras,kopi dan dia menjadi penyadap nira aren untuk dibuatkan gula.Selain itu dia sesekali keluar hutan untuk membeli beras atau kebutuhan lainnya yang dia perlukan di dalam hutan.
Sementar orangtuanya yang juga biasa aktifitas di pinggiran hutan telah membiarkan dia berkembang dewasa dengan pilihan dan kesukaannya. Bahkan dari keterangan beberapa warga,dia bersekolah hanya sampai sekolah dasar dan memutuskan menjalani aktifitas di seputar hutan tanpa banyak bergaul dengan warga sekitar kecuali jika ada orang datang ke gubuk kecilnya.
Alasan dia tinggal di hutan terungkap setelah seorang youtuber yang fokus di vlog aktifitas di kampung mendatanginya. Lewat video uanggahannya di chanel Bang tree, saudara Triana pemilik chanel tersebut sempat mewawancarai dia dan mengikuti aktifitasnya. Di sesi obrolan,dia seolah- olah mengarah kepada alasan tinggal sendirian adalah menghindari dosa dan maksiat, sehingga dia berani tinggal dan tak diganggu apapun.
Menurut dia orang yang tidak maksiat maka disana tidak akan diganggu hal-hal menakutkan,berbeda dengan orang-orang yang yang suka maksiat maka jika tinggal disana akan merasa ketakutan.
Di akhir Video terlihat Yanto sedang memasak nasi dan jantung pisang dengan bumbu seadanya. Dia juga terlihat bercahaya saat menyodorkan gula aren buatannya kepada Triana yang mewawancarainya.
Red/Nendi
