MetropostNews.com/Cirebon – Dengan membawa spanduk dan poster beragam ukuran, ratusan umat muslim yang tergabung dalam Masyarakat Muslim Cirebon dan Forum Umat Islam Ciayumajakuning turun ke jalan mengecam Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atas pernyataannya yang dianggap kontroversial.
Dalam orasinya, Ustad Almarwi, Koordinator aksi meminta mundur dari jabatannya karena dianggap menyamakan suara Adzan dengan suara gonggongan anjing.
“Kami tersinggung dengan ucapan lisan dari seorang Menteri Agama RI, Yaqut Cholil qoumas. dalam kalimatnya secara sadar menyamakan suara adzan yang dikumandangkan lima kali sehari dengan gonggongan anjing yang mengganggu,” katanya.
Maka dari itu, pihaknya meminta Pemkot Cirebon dan Ketua DPRD untuk menyampaikan tuntutan pihaknya disampaikan kepada Presiden.
“Kami meminta Presiden dapat memproses sekaligus mencopot jabatannya yang sidah kami anggap tidak layak memangku jabatan ini,” ungkapnya.
Pihaknyapun mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar apabila tuntutannya tidak dikabulkan.
“Apabila dalam batas waktu 3×24 jam tuntutan kami tidak tersampaikan, maka kami akan akan turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar,” ucapnya.
Tak berselang lama, aksi tandingan muncul di lokasi yang sama. Hanya saja, aksi ribuan massa yang tergabung dalam Barisan Ansor Serba Guna (Banser) mendukung pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
“Pernyataan Menteri Agama ini sudah dipelintir sekelompok intoleransi sehingga membuat gaduh dan perpecahan umat Islam di Indonesia,” ucap salah satu Orator.
Ratusan massa Banser juga melakukan aksi jalan kaki dari masjid Ataqwa menuju Balaikota Cirebon untuk melakukan orasi mendukung menteri agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Pernyataan Menteri Agama ini sudah dipelintir sekelompok intoleransi sehingga membuat gaduh dan perpecahan umat Islam di Indonesia,” ucap salah satu Orator.
Dari pantauan metropostnews.com, petugas dari pihak kepolisian tampak bersiaga mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut. (Cepy)
