METROPOSTNews.com |Pandeglang – Pekerjaan penahan gelombang (breakwater),Tetrapod dan repitalisasi dermaga pelabuhan Cikeusik Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang menelan dana sebesar 14,6 M ini dipastikan bakalan molor pengerjaannya mengingat batas akhir
pengerjaan sampai 20 Desember 2022.
Hal ini mendapatkan kritik keras dari Aktivis yang sekaligus pemerhati pembangunan infrastruktur, bahwa kegiatan ini sepertinya tidak akan selesai sampai batas waktu yang di tentukan mengingat tinggal hitungan hari, mengingat pemasangan Tetrapod tidak satupun terpasang ditambah breakwater dan repitalisasi pelabuhan dipastikan bakal molor kegiatannya. Minggu 11 Desember 2022
“Ya kang hasil analisa saya bahwa progres kegiatan pekerjaan itu sangat disayangkan,sampai saat ini kalo saya lihat baru 40 persen progresnya dari keseluruhan kegiatan. Kalo melihat batas waktu yang tinggal menunggu hitungan hari harusnya sudah 70 sampai 90 persen,sementara ini sudah jelas tidak akan selesai sampai tanggal 20 Desember.” Ujar Momon Supriadi
Pihaknya juga meminta Dinas Perikanan dan Kelautan harus segera mengevaluasi Konsultan dan kontraktor kegiatan ini, harus juga turun langsung ke lokasi kegiatan, jangan hanya mendengar laporan dari konsultan saja Tegasnya.
Sementara itu Suhadi, Pejabat Pelaksana Teknis Sub Kegiatan (PPTSK) Proyek tersebut saat di konfirmasi via telpon WhatsApp mengatakan bahwa progres dari tiga kegiatan (satu paket) sudah mencapai lebih 70 persen.
“Kegiatan breakwater,tetrapod dan repitalisasi dermaga pelabuhan Cikeusik bahwa hasil dari laporan konsultan dari Tiga kegiatan (satu paket) sampai hari Jum’at kemaren sudah lebih dari 70 persen, untuk pengerjaan dermaga tinggal bikin coran diatas saja udah selesai, sementara pengerjaan Tetrapod sedang penginstalan.Ungkapnya
Saat ditanya terkait batas akhir pengerjaan sampai 20 Desember bahwa hari Kamis akan dibahas terkai addendum yang akan dilaksanakan rencananya di kantor DKP Serang. Selain itu juga pihaknya akan memeriksa tetrapod yang rusak atau tidak sesuai Ujarnya.
Wartawan berusaha menghubungi konsultan kegiatan tersebut via WhatsApp, namun tidak aktif. (Hasan)

