Metropostnews.com/Bandung – Ternyata, terjangan banjir di wilayah Bandung Timur dan sekitarnya meluas dan wilayah ini benar-benar terkepung banjir akibat hujan deras yang berlangsung Sabtu (17/12/2022) siang hingga sore hari.
Setelah Rancaekek dan Nagreg, giliran kompleks perumahan Bumi Orange RW 30 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kawasan Jatinangor dan Cimanggung Kabupaten Sumedang diterjang banjir.
Jika banjir yang merendam Kompleks Bumi Orange Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi itu akibat tanggul penahan luapan sungai jebol, sedangkan banjir yang menerjang Cimanggung dan Jatinangor karena Sungai Cikeruh dan Cimande airnya meluap.
Belum diketahui berapa ratus rumah yang terendam banjir di ketiga wilayah tersebut dan apakan ada korban jiwa. Hanya, terjangan banjir selain merendam ratusan rumah, juga merendam jalan raya.
Terjangan banjir yang tergolong parah terlihat di sekitar SPBU Cibeusi, Jatinangor dan di gerbang apartemen Pine Wood Jatinangor serta di Cikeruh. Termasuk di Desa Jatimukti, Cileles, Cipacing, Hegarmanah, dan Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor.
“Begitu hujan turun lebat sekitar pukul 12.30 tak lama kemudian luapan banjir datang. Selain diduga dampak Tol Cisumdawu, juga meluapnya Sungai Cikeruh,” kata Yanto (50) warga Desa Sayang yang rumahnya terendam.
Sementara itu, terjangan banjir di Kecamatan Cimanggung akibat meluapnya Sungai Cimande. Sejumlah titik di antaranya di Dusun Cimande Desa Sindangpakuon, Dusun Cicabe Desa Sindanggalih, Dusun Cikalama, Desa Sindangpakuon, Dusun Babakan Situ, Desa Cihanjuang, Dusun Pangsor, Desa Sukadana.
Banjir bandang lainnya juga menerjang Dusun Cisurupan, Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung. Terjangan banjir dari kali dan sungai yang airnya kiriman dari Gunung Geulis. Dikabarkan ada satu rumah terbawa arus sungai.
Sedangkan terjangan banjir di Kompleks Bumi Orange RW 30 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi menurut Balak Komba (50), salah seorang warga karena ada tanggul di sungai yang jebol.
“Entah berapa total rumah yang terendam. Hanya, jebolnya tanggul di kompleks ini terjadi untuk kesekian kalinya, selain merendam jalan, juga ratusan rumah,” kata Balak.**

