Metropostnews.com/Kab. Tangerang – Informasi berawal dari keluhan salah satu orang tua murid karena anaknya tidak dapat mendaftar Ke SMAN 1 Kab. Tangerang. Dia mengeluhkan anaknya galau “tingkat dewa”, murung dan menangis terus.
Siswa yang dikenal sebagai salah satu siswa berprestasi ini hanya dapat menerima nasibnya gagal terdaftar dalam PDSS (pangkalan data sekolah dan siswa), karena sekolah, SMPN 1 Balaraja, dinyatakan Sertifikat Akreditasinya Sudah KADALUARSA.
Dari hasil penelisikan yang dilakukan karena Akreditasinya sudah kadaluarsa maka dari ratusan siswa yang lulus tahun ini (TA. 2022/2023) dipastikan tidak bisa masuk ke SMA Negeri manapun lewat jalur Prestasi Akademik.
Dalam laman dapodik, terpampang jelas bahwa Sertifikat Akreditasi SMPN 1 Balaraja sudah kadaluarsa dengan kepala sekolah bernama Pardi.
Artinya, sekolah ini tidak melakukan pengajuan akreditasi pada waktu yang telah ditetapkan.
Diketahui seluruh siswa angkatan 2022- 2023 yang hendak melanjutkan ke tingkat SMAN akan menerima semua akibatnya dimana informasi yang di dapat kalau perhitungan dari SMPN 1 Balaraja hanya bisa masuk 70 persen dari nilai sesungguh nya.hal ini jelas telah menghambat semua usaha anak didik SMPN 1 Balaraja.
Keteledoran pihak SMPN 1 Balaraja yang tidak diakreditasi ini membuat sekolah mendapat penalti.
Akibatnya, puluhan siswa eligible terampas haknya tidak dapat mengikuti PPDB Jalur Prestasi Akdemik.
Hal ini menjadikan SMPN 1 Balaraja setara dengan sekolah-sekolah swasta Gurem yang terakreditasi C, dan sangat merugikan siswa-siswa SMPN 1 Balaraja yang dengan sangat menyedihkan tidak diberi kesempatan untuk mendaftar lewat jalur Prestasi Akademik.
“Tisu dirumah sudah habis om…udah gak bisa nangis lagi. Kecewa banget. Karena kita kayak di PHP (pemberian harapan palsu) oleh sekolah. Tiap Minggu kita konsultasi ke guru BK, minta arahan mau masuk SMA Negeri mana. Tapi ternyata, pada saat mendaftar enggak bisa. Alasannya, Akreditasi Sekolah sudah Kadaluarsa,” ungkap salah satu siswa berprestasi urutan 20 besar sekolah.
Siswa yang rajin menulis ini juga serasa galau. Perasaannya kecewanya tidak dapat diungkapkan lagi. Dia hanya mengatakan bahwa jerih payahnya untuk menjaga prestasi akademik selalu stabil sesuai arahan dari guru BK ternyata hanya berujung sia-sia. Dia gagal sebelum ikut bertanding.
Akibat keteledoran sekolah yang tidak proaktif mengurus akreditasi sekolah akhirnya puluhan orang siswa SMPN 1 Balaraja terampas haknya mendaftar ke berbagai SMA Negeri melalui Jalur Prestasi Akademik.
Sampai saat ini, klarifikasi resmi dari pihak sekolah belum didapatkan, begitu juga dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang melalui Kadisdik Dadan Gandana juga nihil saat Metropostnews.com menghubungi via pesan Whatsapp.
“Anak-anak ini terampas haknya bukan karena kesalahannya tapi kesalahan dan Keteledoran sekolah. Seharusnya sekolah proaktif. Karena nilai rapor dan akreditasi sekolah adalah faktor terpenting dalam seleksi melalui jalur PPDB. Mereka sadar akan hal itu, tapi membiarkan saja. Seakan nasib anak-anak ini bukan tanggung jawab mereka,” kata salah satu orang tua murid. (Andrian)
