MetropostNews.com | INDRAMAYU — 373 rumah terancam, 40 di antaranya berada di zona paling rawan. Beginilah kondisi Blok Gumiwang Utara, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.
Tanah di kawasan tanggul Sungai Cimanuk terus ambles dan kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Sudah sejak 2021 bencana ini terjadi. Namun dalam sebulan terakhir saja, tanah kembali turun hingga sekitar 1–2 meter, meski saat ini masih musim kemarau.
Dampaknya mulai terasa. Dinding rumah warga retak, halaman belakang hilang tergerus, bahkan ada rumah yang nyaris roboh.
Pemilik rumah tersebut bahkan terpaksa membuat penahan darurat menggunakan karung berisi tanah dan tiang bambu agar rumah mereka tetap berdiri.
Warga mengaku hidup dalam rasa waswas setiap hari. Saat musim hujan datang dan kondisi mulai darurat, tidak sedikit warga yang memilih mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir tanah terus bergerak dan tanggul jebol.
Menurut warga, penanganan dari pemerintah sudah beberapa kali dilakukan. Namun karena hanya bersifat sementara atau darurat, hasilnya hanya bertahan sebentar sebelum kembali rusak akibat pergerakan tanah.
Kini, harapan warga hanya satu: penanganan permanen sebelum musim hujan tiba dan bencana yang lebih besar terjadi. (Arrie Tharina)

