Metropostnews.com/LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyatakan optimistis bahwa keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat menjadi solusi dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan bahwa penguatan ekonomi desa melalui koperasi akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.
“Bila ekonomi masyarakat desa itu semakin baik maka dipastikan kemiskinan berkurang,” ujar Imam, Rabu (18/6/2025).
Menurutnya, Pemkab Lebak dalam satu bulan terakhir telah melakukan percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih. Hingga kini, koperasi tersebut telah terbentuk di 343 desa dan kelurahan.
Kopdes Merah Putih saat ini masih menunggu proses penerbitan status badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Namun demikian, terdapat dua desa yang belum membentuk Kopdes Merah Putih, yaitu Desa Kanekes—yang dihuni masyarakat adat Baduy—dan Desa Kerta.
“Kami minta dua desa itu bisa secepatnya terbentuk Kopdes Merah Putih,” kata Imam.
Ia menambahkan, koperasi ini diharapkan mampu mengelola berbagai sektor usaha potensial di desa, seperti warung kebutuhan pokok, simpan pinjam, klinik desa, apotek, gudang logistik, hingga usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Kami meyakini melalui pengelolaan usaha Kopdes itu secara langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.
Pemkab Lebak juga merencanakan penguatan kompetensi sumber daya manusia koperasi melalui pelatihan dan pembinaan, serta mendorong kolaborasi dengan koperasi-koperasi mandiri yang telah lebih dulu sukses.
“Pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional agar dapat membangun ketahanan ekonomi yang kuat dan mengurangi pengangguran,” tambah Imam.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kanekes, Medi, menjelaskan bahwa hingga saat ini masyarakat Baduy belum membentuk Kopdes Merah Putih karena adanya aturan adat yang tidak membolehkan penggunaan dana dari anggaran negara.
“Kami berharap tokoh dan tetua adat bisa menerima pembentukan Kopdes Merah Putih. Namun, kami menyerahkan semuanya kepada keputusan adat,” kata Medi.
Pemerintah desa, menurut Medi, akan tetap mengupayakan dialog bersama para tokoh adat guna membuka kemungkinan pembentukan koperasi desa di wilayah Baduy. (Apuh)
