METROPOSTNews.com | Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, saat ini menargetkan berbagai program pembangunan agar bisa dirampungkan pada tahun 2023 mendatang.
Dimana terdapat 87 kegiatan/program yang ditender, dengan lokasi kegiatan di beberapa wilayah tengah dilakukan. Seperti perbaikan ruas jalan, ataupun pembangunan lainnya dengan skala yang cukup besar.
Bahkan beberapa kegiatan harus dilakukan dengan pola Multiyears, baik itu untuk mengurangi dampak dari proses pembangunan kepada aktivitas masyarakat, ataupun karena anggaran yang diperlukan cukup besar.
Diantaranya adalah 3 program unggulan, yang termasuk ke dalam penganggaran APBD perubahan, yaitu pembangunan Fly Over Cisauk, peningkatan jalan Jatimulya-Dadap (Jalan Prancis), kemudian Underpass Bitung.
“Pembangunan Fly Over Cisauk sendiri dilaksanakan dengan anggaran kurang lebih 100 Milyar, yang saat ini sudah dalam tahap pelaksanaan. Dimana program unggulan ini akan selesai di bulan November 2023,” Kata Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Moch Solehudin, Senin (28/11/22).
Sekdis Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang itu pun mengungkapkan, pembangunan Fly Over Cisauk sendiri dilaksanakan dengan pola Multiyears, dimana untuk tahun 2022 sendiri dianggarkan sebesar 30 Milyar, untuk mengurai kemacetan di wilayah Cisauk.
Sementara untuk pembangunan Underpass Bitung sendiri, sumber dana didapatkan dari PUPR pusat, dimana Pemkab Tangerang berperan dalam pembebasan lahan.
“Dapet anggaran kita dari PUPR pusat yang sekarang sudah proses tender, mudah-mudahan di awal 2023 ini sudah mulai pelaksanaan” katanya.
Diungkapkan Moch Solehudin, berbagai program Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air ini diusahakan agar secepatnya dapat terealisasi.
Hal tersebut juga merupakan hasil dari permintaan masyarakat, baik itu melalui SPAN-LAPOR ataupun media sosial, dan sesuai dengan apa yang diarahkan oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.
“Kita punya target waktu, dan permintaan pak Bupati juga di 2023 akan dilakukan percepatan tender. Kita targetnya di Januari-Februari, anggaran 2023 ini udah mulai bisa dilaksanakan pelelangan. Jadi jangan sampai nanti ada istilah kita late start” terang Moch Solehudin.
Percepatan pelaksanaan program dari DBMSDA Kabupaten Tangerang ini, juga merupakan upaya dalam penanganan titik-titik banjir, yang kerap terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang.
Meskipun diakui Moch Solehudin, pihaknya kerap terganjal karena masalah kewenangan yang berada di pusat, ataupun pihak BBWS.
“Banyak yang penanganan banjir ini karena masalah kewenangan, dimana banyak lokasi penyebab banjir yang kewenangannya berada di pusat ataupun BBWS. Seperti banjir di Gelam, dimana penyebab banjir adalah akibat adanya tanggul yang jebol, dimana kewenangannya ada di pihak BBWS” jelasnya.
Moch Solehudin pun menegaskan, pihaknya tetap berupaya menyiasati, bagaimana caranya mengurangi potensi terjadinya banjir. Dimana contohnya seperti normalisasi kali Cirarab, melalui kegiatan TMMD.
“Kita juga berkirim surat kepada pihak yang memiliki kewenangan seperti BBWS, agar segera dilakukan tindakan” imbuh Solehudin.
Dan pada anggaran 2023 ini, DBMSDA sendiri tengah mengupayakan pembelian pompa portable, yang berfungasi menyedot air banjir. Anggaran yang diperlukan untuk 1 mesin portable mobil sendiri, kurang lebih sekitar 3 Milyar. “Rencananya kita coba 2 unit dulu, itu untuk percepatan penanganan banjir” pungkasnya. (Adv)

