METROPOSTNews.com | Indramayu – Hingar Bingar dunia politik Indramayu sudah mulai nampak bagai mana tidak aksi damai yang di lakukan (ARI) aliansi rakyat Indramayu di gedung DPRD dengan kekuatan 10 orang aksi mogok makan pada tgl 26/9/2022 yang lalu kini mendapat kan reaksi yang mengatas namakan dirinya (KARIB) koalisi rakyat Indramayu bersatu Senin 3/10/2022.
“Tidak bisa di pungkiri masyarakat Indramayu banyak yang menilai dengan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan rakyat, klompok ini mengaku dirinya sebagai koalisi rakyat Indramayu bersatu, dukung bupati Nina Agustina, disisi lain ada fakta menarik, masyarakat menilai bahwa gerakan demonstrasi kali ini sengaja dikemas untuk menandingi gerakan aksi damai ARI pada minggu yang lalu.
Masyarakat pun bertanya ada apa dengan indramayu, aksi demonstrasi kali ini diduga melibatkan aparatur desa untuk ikut aksi demo tandingan, layak nya masyarakat biasa beberapa aparatur desa diduga ikut menunggangi aksi tersebut. Sebut saja iwan yang sedang berjalan memakai tanda vita merah putih menandakan ikut tergolong sebagai anggota aksi, ia terlihat berjalan dengan beberapa aparatur desa namun sayangnya satu-persatu Meraka engan untuk diwawancarai hanya saja satu-satunya orang yang mengaku namanya Iwan tersebut berdalih saya mah ga ikutan-ikutan lagi enak nongkrong di masjid agung”, katanya. padahal terlihat jelas ia sedang asik ngobrol bareng sambil jalan kaki.
Sehubungan dengan adanya demo kali ini yang melibatkan sekitar kurang lebih 300 orang untuk dukung bupati Nina Agustina ada 6 tuntutan di antaranya.
1: Tolak oknum dan klompok yang mengganggu stabilitas dan kondusifitas di wilayah Indramayu kabupaten Indramayu yang dapat mencoreng Indramayu bermartabat.
2: kawal pembangunan Indramayu.
3: kawal kesakralan hari jadi Indramayu.
4:stop penyebaran Berita bohong/hoax dan ujaran kebencian.
5:tolak oknum yang mengatas namakan masyarakat Indramayu untuk kepentingan pribadi.
6: Dukung kebijakan Bupati dan DPRD yang pro rakyat.
Dengan didukung kordinator masa penggerak KARIB.
1:Nono Madani
2:cariwan
3:Gangsar pribadi
4:Wawan Setiawan
5:Wawan
Sementara itu menurut keterangan dari salah satu orator Urip Ulalam yang berhasil di konfirmasi dirinya mengaku sebagai klompok tani makmur sejahtera dari desa sliyeg mengajak kepada masa yang pro kontra berdialog bersama dengan drinya ayuh kita duduk bareng”, katanya.
Untuk itu tim media mencari tau fakta yang sesungguhnya terkait demo tandingan yang menentang aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ARI pada saat itu.
Namun faktanya setelah dikroscek masyarakat dari berbagai kalangan entah itu penjual es dipinggir jalan, baik pejalan kaki atau yang lainnya, sempat di tanya satu-persatu sekedar untuk mencari tau tanggapan dari masyarakat.
Ternyata dari 10 orang yang berhasil dimintai tanggapannya 3 orang nyatakan setuju demo dukung bupati Nina Agustina, 7 orang nyatakan kecewa atas matinya demokrasi kabupaten Indramayu yang di anggap sistem demokrasi bayaran atau dinilai masa bayaran yang diduga mau merusak kehidupan berdemokrasi di Indonesia kuhususnya Indramayu.
Menurut komentar masyarakat biasa sangat menggelitik pasalnya ia mengatakan ko bisa demi sebuah perut mengorbankan jiwa raganya.
Masa aksi yang selalu membawa nama rakyat, tentu juga rakyat menilai mana yang asli bela rakyatnya dan mana yang bukan terlepas dari itu semua entah itu kepentingan dari golongan tikus berdasi, atau bukan rakyat adalah rakyat jangan mau di adu domba oleh para cukong yang membayar atas nama kepentingan rakyat “, ujarnya.
Terlihat jelas diduga ada sekenaryo dibalik layar ungkap pakar politik yang tidak mau menyebutkan namanya menganalisis bingar-bingar roda politik Indramayu, ia pun sempat berpesan kepada semua rakyat Indramayu untuk menjaga demokrasi Indramayu agar jangan mau diadu domba oleh siapa pun karena Negara kita NKRI siapa pun berhak mengeluarkan pendapat”, pungkasnya. ( T ragil )




