METROPOSTNews.com | Lebak – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak mengaku telah memberikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada 1024 ekor hewan ternak yang terdiri dari Sapi 495 ekor dan Kerbau 529 ekor di Kabupaten Lebak, guna melakukan pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak, Rahmat mengatakan, pihaknya berupaya keras untuk melakukan pencegahan PMK dengan memaksimalkan vaksinasi terhadap hewan peternakan milik rakyat.
“Kita berharap dengan divaksin, hewan ternak di daerah ini bisa terbebas dari PMK,” kata Rahmat kepada awak media, Selasa (20/09/2022).
Masih kata Rahmat, selama ini, peternakan rakyat yang mengembangkan hewan Kerbau dan Sapi menjadi andalan ekonomi keluarga. Sehingga inilah yang melatarbelakangi pihaknya untuk terus menerus meminta dan memperjuangkan vaksinasi kepada pemerintah pusat .
Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Lebak menerima vaksin sebanyak 1.740 dosis dari Pemerintah Pusat. Dari jumlah itu kata dia, telah tersalurkan sebanyak 1.024 ekor.
Kabar baiknya kata dia, saat ini juga jumlah hewan ternak yang sudah sembuh dari PMK tercatat sebanyak 442 ekor terdiri dari sapi 227 ekor, kerbau 215 ekor, sedangkan yang mati 27 ekor serta potong paksa 17 ekor.
“Hewan ternak yang terserang PMK itu tersebar di Kecamatan Kalanganyar, Sajira, Rangkasbitung, Wanasalam, Muncang, Cileles dan Kecamatan Cipanas,” ucap Rahmat.
Semua hewan ternak dinyatakan sembuh dari PMK setelah dilakukan vaksinasi. Pada bagian lain dirinya menyebutkan jika jumlah populasi hewan ternak milik rakyat di Kabupaten Lebak untuk kerbau tercatat 15.353 ekor, sapi 4.322 ekor, kambing 58.005 ekor dan domba 67.665 ekor.
Bahkan, peternak Kabupaten Lebak menjadikan andalan ekonomi masyarakat dan bisa memasok ke luar daerah, seperti ternak kerbau kambing dan domba. Sehingga, untuk meminimalisir penyebaran PMK, dirinya mendorong hewan ternak bisa dilakukan vaksin guna pencegahan PMK, dengan harapan populasi ternak besar bisa diselamatkan dari penyebaran PMK.
“Kami berharap ke depan populasi hewan ternak berkembang biak, sehingga dapat terwujud swasembada daging kerbau dan sapi,” katanya.
Sementara itu, Dulmadi (60) seorang peternak kerbau warga Cileles Kabupaten Lebak mengaku bahwa kerbau miliknya sebanyak 30 ekor sudah divaksinasi oleh petugas Distanak setempat. Pelaksanaan vaksinasi itu agar tidak terserang PMK, sehingga usaha peternakan bisa menjadi andalan ekonomi keluarga.
“Kami tentu sangat mendukung vaksinasi hewan ternak itu agar tidak terserang PMK,” katanya. (Ajat)



