METROPOSTNews.com | Indramayu – Selogan FPI Tidak akan pernah berhenti gerakan masyarakat Indramayu, untuk selalu menyuarakan kepada (pemkab) pemerintah kabupaten yang diduga tidak serius dalam menangani beberapa tuntutan dari masyarakat, disinyalir ada dugaan kongkalikong terkait persoalan yang digaungkan oleh Forum peduli Indramayu (FPI) sampai akhir pekan ini belum ada keseriusan dalam menangani beberapa kasus persoalan yang terus menghantui masyarakat Indramayu Senin 12/9/2022.
“Aksi yang dilakukan oleh Forum peduli Indramayu (FPI) untuk yang kedua kalinya melibatkan dari beberapa lembaga masyarakat, yang turut serta ikut menyuarakan atas ketidak puasan terhadap para pemangku jabatan, yang terkesan tidak respek atau tidak serius dalam menangani tuntutan masyarakat Indramayu, yang pada akhir-akhir ini menjadi momok bagi masyarakat luas khususnya Indramayu.
Hal tersebut dikatakannya oleh MASDI selaku (kordum) kordinator umum FPI, kami semua yang tergabung dalam forum Peduli Indramayu akan terus menyoroti serta mengingatkan kepada semua pihak, juga akan tetap konsisten untuk selalu menyuarakan apa-apa yang sudah menjadi kewajiban kami. hal ini dikarenakan ada hak-hak kami juga sebagai warga negara atau warga Indramayu, oleh sebab itu kami mempunyai hak untuk menyuarakan karena dasarnya kami bersuara dijamin dilindungi oleh undang-undang dasar(UUD) 1945 setiap warga negara Indonesia yang ingin berpendapat dimuka umum itu adalah hak asasi manusia,” ujarnya.
Menurut Masdi kordum FPI aksi demo pada hari ini menindak lanjuti tuntutan masyarakat prihal demo pada Minggu yang lalu dirinya mengatakan sangat disayangkan ketika masrakat ingin bertemu dengan pemimpinnya yaitu bupati, ibu Nina Agustina sampai hari ini keinginan dari masyarakat Indramayu belum terpenuhi.
Sementara hasil dari wawancara dengan PLT kepala dinas lingkungan hidup AEP SURAHMAN yang mewakili turut hadir menemui para aksi demo pada hari ini, ia mengatakan ini sebuah masukan dari masyarakat kami tampung kami dengarkan masukan dari teman-teman aksi tersebut, sebetulnya dari tuntutan dari aksi Minggu kemarin sedang ditindak lanjuti dan lagi berproses namun kami juga butuh waktu tidak se instan itu”, katanya.
Kemudian masa aksi membakar kaos yang bertuliskan Nina lucky sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemimpinnya yang dianggap gagal dalam melaksanakan tugas pokoknya,,. dari salah satu komentar Aksi apa yang menjadi persoalan keinginan dari masyarakat Indramayu ingin Segera diselesaikan dan berharap penuh kepada semua pihak bukan hanya janji atau PHP saja ungkap masa aksi itu disela sela aksinya yang tidak mau disebutkan identitas namanya.
Semua dari elemen masyarakat yang peduli dengan keadaan Indramayu saat ini butuh perubahan, namun ditengah-tengah masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya kordum FPI Masdi sempat ada sedikit ancaman pada Minggu malam sekitar pukul 23:00 WIB, oleh Teguh kasat POL PP namun begitu dikonfirmasi oleh awak media Masdi menjelaskan. Sebetulnya bukan pak teguh beliau hanya menyampaikan dapat pesan oleh bupati Indramayu Nina Agustina, bahwa akan menutup jalan usaha Masdi kalau tetap akan menggelar aksi besok pagi.
Setelah ditanya alasannya kenapa bisa begitu,Masdi pun menjawab. Kurang tau kenapa mungkin beliau merasa jengah atau gimanan saya tidak tau”, tungkasnya.
Harapan semua dari teman-teman aksi demo segera ada jawaban kepastian hukum agar tidak menjadi Polemik ditengah-tengah masyarakat Indramayu, butuh ketegasan juga kehadiran pemerintah kabupaten bekerja dengan hati untuk masyarakat serta sesuai dengan selogan bupati Indramayu sendiri.
(T,ragil)




