MetropostNews.com | Muara Enim Sumatera Selatan – Pertambangan mineral dan batubara (minerba) merupakan kegiatan ekstraksi yang mengolah sumber daya alam tidak terbarukan berupa tambang dari perut bumi. Bahan tambang ini banyak dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Bisnis pertambangan memerlukan teknologi tinggi dan modal investasi besar.
Peran pertambangan dalam pembangunan nasional merupakan sumber penerimaan negara dan devisa (misi sektoral). Secara sektoral, sebagai sektor primer, pertambangan memberikan kontribusi dan memiliki peran penting bagi perekonomian dan pembangunan nasional. Di samping itu, pertambangan memiliki peran/misi kewilayahan, yaitu meningkatkan perekonomian daerah, membuka daerah-daerah baru, memperkecil kesenjangan kemajuan antar daerah, memperluas kesempatan kerja dan berusaha, serta pengembangan masyarakat sekitar tambang.
Oleh karena itu, upaya pemanfaatan sumber daya minerba bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat akan mencakup optimalisasi pemanfaatan kedua peran tersebut secara proporsional, berimbang dan berkelanjutan disesuaikan dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional. Terlalu berorientasi secara sektoral akan menyebabkan timbulnya permasalahan ekonomi dan ketimpangan sosial di daerah, sedangkan terlalu berorientasi terhadap misi kewilayahan akan menimbulkan berkurangnya daya tarik investasi di sektor ini.
Akan tetapi berbanding terbalik dengan PT.BSEE yang mana tidak menjadikan misi kewilayahan sebagai acuan kerja yang harus dilakukan oleh Perusahaan penambangan batubara. Berperan aktif berkontribusi dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah dan percepatan perekonomian daerah, dalam hal upaya mensejahterakan serta memakmurkan rakyat.
Dikatakan Ludy Juliansyah, S.P., selaku Tokoh masyarakat Kabupaten Muara Enim. “PT. BSEE yang mengelola IUP operasional Perseroan seluas 12.880 hektare di wilayah Kabupaten Muara Enim sejak tahun 2008 silam hingga sekarang belum sama sekali memberikan Kontribusinya terhadap Kabupaten Muara Enim guna menunjang PAD Kabupaten Muara Enim. Kata Ludy.
Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk mengevaluasi kembali IUP daripada PT.BSEE., yang diduga tidak dapat memberikan manfaat dan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Muara Enim. Kami berharap Pemerintah daerah merespon harapan kami ini, kalau Pemerintah daerah tidak merespon Minggu depan kami akan melakukan aksi damai kekantor DPRD Kabupaten Muara Enim untuk mengusut dan menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim”. Terang Ludy kepada wartawan Sabtu, 18 Juni 2022.
” Hingga berita ini diturunkan tim MetropostNews.com masih mengkonfirmasi pihak-pihak terkait”.
(Dadang Hariansyah)



