METROPOSTNews.com | Indramayu – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu Jawa Barat H Warum dan Tim Verval Verivikasi dan Validasi Niah sangat di sayangkan tidak berada di Kantornya begitu pula dengan Kordinator BPP juga tak berada di kantor yang ada cuman Staf Kantor sedangkan permasalahan mengenai kebutuhan Kelompok Tani tentang Urea sangat di perlukan memasuki musim tanam Sadon.
Seperti yang dikatakan kelompok Tani Sri Manunggal Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu Jawa Barat mengeluhkan Pembelian Pupuk urea dan Pupuk Phonska membeli pada kios Pupuk Resmi mekar Lestari dialihkan pada kios Pupuk Setia Tani jelas harganya melambung melebihi harga jual HET untuk satu kuintal Pupuk urea bersubsidi Rp 225 000.- dialihkan pada kios Setia Tani menjadi Rp 260 000.- / kuintal belum lagi harga paket atau Gendongan di paksakan harus membelinya juga kenapa pihak kordinator BPP Pertanian maupun UPTD pertanian tidak pernah mengadakan evaluasi kios pupuk Resmi ataupun yang belum terdaftar ujar Adang anggota kelompok Tani Sri Manunggal.
Sedangkan dari Kelompok Tani Tunas Tani Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu Jawa Barat Udi saya inikan masuk dalam kelompok Tunas Tani dan Kios Pupuk Phonska Pupuk urea bersubsidi membelinya sama Kios Pupuk Setia Tani tapi kenapa harga jual Pupuk Phonska Pupuk urea bersubsidi Sangat mahal dan melebihi HET , tolonglah Kepada Dinas Pertanian segera Benahi Kios Pupuk agar Petani bisa senyum ceria . katanya
Ketika hal ini di tanyakan langsung pada kios Pupuk Resmi Mekar Lestari Asih dengan tergagap mengatakan ” saya menjual Pupuk Phonska Pupuk urea bersubsidi sesuai dengan HET ya saya akui suami saya pegawai negeri sipil Mengajar di SMP Negeri 4 Gantar .” Jelasnya
Sementara itu Ketua LSM DPD Topan RI Dedi Harsono dengan tegas mengatakan untuk kecamatan Lelea Penjual atau kios Pupuk Resmi Bersubsidi sudah sama sesuai dengan HET tapi cukup Aneh di Kecamatan Terisi kok masih ada Penjual kios Pupuk Resmi Bersubsidi mengalihkan pembelian Petani kepada kios Pupuk yang belum Resmi.
(OTONG)




