METROPOSTNews.com | Berau – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengkritik penyaluran CSR perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kaltim tapi tidak menyalurkannya ke Kaltim. Cara itu disebutkan Hadi Mulyadi membuat kecewa masyarakat Kaltim. Apalagi nominal CSR itu mencapai Rp 200 miliar.
Perusahaan tambang batubara yang dimaksud Hadi Mulyadi itu adalah PT Bayan Resources. Perusahaan yang didirikan dan dimiliki Dato Dr Low Luck Kwon.
PT Bayan Resources diketahui menyalurkan dana abadi pendidikan ke tiga pergurun tinggi yang semuanya berada di Pulau Jawa.
Rincinya UI Rp 50 miliar, ITB Rp 100 miliar, dan UGM Rp 50 milir.
Menurut Hadi Mulyadi, harusnya perusahaan tambang batubara bijak dan seimbang. Kaltim sebagai daerah yang kekayaan alamnya dikeruk mestinya juga berhak mendapat bantuan pendidikan tersebut. Bukan sekadar jadi tempat yang sumber daya batubaranya dikeruk demi keuntungan.
Hadi Mulyadi menegaskan, perusahaan yang bekerja di Kaltim harus membantu kepentingan masyarakat di Kaltim. Hal itu penting agar masyarakat Kaltim tak hanya merasakan dampak kerusakan lingkungan, tapi juga manfaat dari adanya perusahaan yang beroperasi.
”Harusnya ada ke perguruan tinggi di Kaltim. Sekarang ke Unmul saja ada enggak? Saya sebagai warga Kaltim juga kecewa,” tuturnya.
PT Bayan Resource sendiri merupakan sebuah perusahaan pertambangan yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir 2020, perusahaan ini memiliki 5 Kontrak Karya Batubara (PKP2B) dan 16 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan total luas konsesi 126.293 hektar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Sepanjang 2021, perusahaan ini berhasil menjual batubara sebanyak 40 juta ton, atau naik 11,11 persen dari penjualan 2020, yakni 36 juta ton.
(tim)




