METROPOSTNews.com | Indramayu – Dari hasil penelusuran Tim Metropost ke Sejumlah kios Pupuk di Kecamatan Widasari, tampak jelas masyarakat tani dirugikan oleh Kios Pupuk menjual pupuk bersubsidi di atas HET. Jeritan petani rupanya masih belum terdengar oleh pejabat terkait seperti Camat UPTD Pertanian dan Kordinator BPP serta Forkopimcam Kecamatan Widasari.
Seperti dikatakan oleh Camat Widasari, Sidik Tri Hartono di Ruang Kerjanya mengatakan, “Semuanya memang Penting cuman kami lagi menghimbau kepada masyarakat Widasari agar mematuhi Protokol kesehatan agar terhindar dari Pandemi Covid 19 sebab Kecamatan Widasari ada yang terpapar Virus Corona, itulah sebabnya semua penting untuk dikerjakan” katanya.

Lain lagi cerita yang disampaikan oleh Wastana, kelompok tani Sri Jaya V Desa Ujung Jaya, “dengan Toko Kios Pupuk Mujur memang sih saat sekarang Masyarakat Tani tidak terlalu memikirkan ketersediaan Pupuk Urea Bersubsidi dan Phonska, karena tanam padi sudah mulai beranak tumbuh subur. Tapi kalau kita mundur kebelakang di bulan Januari 2022 Masyarakat tani sangat gelisah sekali, semua Petani butuh pupuk urea berapapun harganya akan dibeli” katanya.
Sedangkan Kelompok Tani Tunas Harapan IV Desa Ujungaris yang E RDKK sudah terkumpul pada Kios Pupuk Pandu Desa Leuwigede, Taryana, mengatakan kalau sekarang jelas, “saya dan teman-teman petani sudah tidak perlu lagi pemupukan, saat sekarang yang diperlukan ialah penyemprotan dan pencabutan rumput rumput liar. Untuk itu saya dan Kelompok Tani berharap agar Aparat terkait, Forkopimcam Widasari bisa meredam gejolak harga di saat masyarakat tani membutuhkan Pupuk Urea Subsidi agar penjualan pupuk bersubsidi sesuai dengan Patokan HET” katanya.
Sementara itu Ketua LSM DPD Topan RI Kabupaten Indramayu Dedi Harsono sangat menyangkan Penjualan Pupuk Urea Bersubsidi masih melebihi penjualan di atas HET pada Kios Pupuk di Kecamatan Widasari. ( OTONG )



