METROPOSTNews.com | Garut – Sekitar 421 Kepala Desa se Kabupaten Garut berkumpul di Tempat Wisata Rancabuaya Kecamatan Caringin Garut dengan kegiatan Silaturahmi Akbar, Sabtu (29/1).
Acara yang dimulai pukul 14.00 wib ini dinilai terbilang cukup khidmat dan lancar sementara kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari Sabtu-Mnggu.
Dalam kegiatan tersebut sempat hadir Dewan pertimbangan Asosisi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat Brigjen pol Drs Darto Juhartono MH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) H Wawan Nurdin, Kabid Pemdes Idad Badrudin SE, Ketua APDESI Jawa Barat Dede Kusdinar, Ketua APDESI Kabupaten Garut Isep, Ketua dan Anggota Komisi 1 DPRD Garut serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Asep R menyampaikan, “latar belakang diselenggarakannya acara ini sesuai dengan apa yang telah disampaikan, bahwa kami memiliki cita cita bagaimana para kades di Kabupaten Garut sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga kebersamaan, kekompakan, artinya saling mendorong, menasehati karena dirasakan selama ini sedikit menurun” ucapnya.
“Maka untuk itu kami berencana untuk berkumpul dan sekaligus silaturahmi untuk membahas bagaimana kedepannya” imbuhnya.
Ditambahkan ketua APDESI Kabupaten Garut Isep, “saya mengucapkan banyak terima kasih dan selanjutnya kami sadar bahwa kepala Desa tidak ada sekolahnya, kami memohon kepada bapak-bapak untuk memberikan bimbingan dan arahan sesuai dengan peraturan, terutama masalah APBD dan APBN yang terkesan simpang siur” pintanya.
Kepala DPMD Kabupaten Garut, H Wawan Nurdin mengatakan, “kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat berdampak positif terhadap Desa”.
Perlu diketahui, kata Wawan, setiap Desa sangat dipengaruhi oleh masyarakat, “kegiatan silaturahmi ini juga akan membantu pemerintah Kabupaten untuk memetakan dan mensinergikan program masyarakat dan program kerja pemerintah” tegasnya.
Ditambahkan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Garut Fahmi, “Menarik sekali kalau kita berbicara tentang Desa, karena di Komisi satu ada beberapa hal yang sering didiskusikan terkait regulasi dan pengembangan Desa. Meskipun belum optimal tapi kita terus berdiskusi dengan DPMD bagaimana Desa ini bisa mempertahankan potensi potensi baik dari sektor wisata, sektor Bumdes dan yang lain yang ada di Desa” katanya.
” Meskipun Pemerintah Kabupaten Garut baru beberapa Desa yang menjadi pilotprojek yang disupport anggaran untuk pengembangan Desa wisata contohnya” imbuhnya.
Perlu diketahui, lanjutnya, APBD kita tahun ini di angka 4,3 sampai 4,5 Triliun, Pendapatan Asli Daerah sekitar 500Milyar, dan masih didominasi Rumah Sakit dan Puskesmas sekitar 300Milyar, sisanya dari pajak Daerah dan distribusi daerah, kebanyakan Bantuan dari provinsi dan pemerintah pusat, dana bagi hasil pusat.
Lebih jauh ketua Komisi 1 memaparkan, “Sebagai contoh, Dana bagi hasil yang paling besar dari pusat berupa pajak Rokok dan cukai tembakau mencapai 120 Milyar/tahun, dan untuk Kabupaten Garut banyak Dana transfer lain seperti panas bumi yang ada di dapil 3, pajak pajak kendaraan bermotor yang ditarik pemerintah pusat atau Provinsi, jadi kata dari dana 4,3 Triliun itu termasuk di dalamnya inklud ada Dana Desa, Dana BOS yang ditransfer langsung ke yang bersangkutan” jelasnya. (Bang Nas)




