METROPOSTNews.com | Lebak – Pasca gempa yang mengguncang Kabupaten Pandeglang dan Lebak, ratusan rumah warga di dua kabupaten tersebut mengalami kerusakan yang cukup serius. Gempa bumi berkekuatan 6,7 SR pada Jum’at (14/01/2022) pukul 16:05:41 WIB lokasi 7.01 ls – 105.26 bt (52 km barat daya di Sumur -Banten) dengan kedalaman 10 km tersebut, sempat membuat panik warga, bahkan guncangannya terasa hingga Ibu Kota Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan update data laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak pada Sabtu (15/02/2022) Pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 19 Kecamatan yang terdampak, 48 Desa, 8 sekolah rusak, 5 Fasilitas Ibadah mengalami kerusakan, 1 Kantor Kepala Desa rusak dan 207 Rumah terdampak Dengan Rincian sebanyak 17 Rumah Rusak Berat, 33 Rusak Sedang serta 157 Rusak Ringan.
“Dalam bencana tersebut tidak ada korban jiwa, hanya ada dua orang warga yang mengalami luka ringan saja,” kata Febby Rizki Pratama, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Minggu (16/01/2022).
Lanjut Febby, dari 19 kecamatan yang terdampak gempa diantaranya Cibadak, Gunungkencana, Cijaku, Wanasalam, Cihara, Malingping, Banjarsari, Sobang, Cirinten, Rangkasbitung, Cikulur, Bayah, Lebakgedong, Leuwidamar, Cigemblong, Cimarga, Bojongmanik, Panggarangan dan Cibeber.
“Bangunan rumah terdampak paling banyak di Kecamatan Malingping sebanyak 49 unit rumah dengan kategori kerusakan ringan dan sedang,” terang Febby.
Melihat bencana gempa bumi yang masif dengan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga tersebar di 19 kecamatan, kata Febby, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menetapkan status Tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan yang dimulai dari 14 – 27 Januari 2022.
“Tanggap darurat ini berdasarkan surat keputusan bupati nomor: 360/Kep.39-BPBD/2022, tentang penetapan status keadaan darurat penanganan bencana alam gempa bumi di wilayah Kabupaten Lebak,” ujar Febby.
Menurutnya, untuk posko dipusatkan di posko utama yakni di kantor BPBD Lebak. Untuk bantuan logistik kebencanaan kata Febby, secara bertahap telah disalurkan ke masing-masing kecamatan.
“Hari ini (kemarin-red) kita masih terus melakukan pendistribusian logistik kepada keluarga korban bencana, mulai dari beras, mie instan dan yang lainnya,” paparnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya retak dan rusak akibat gempa agar tidak dulu ditempati karena khawatir terjadi gempa susulan.
“Selalu waspada tetapi jangan panik serta tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang belum jelas sumbernya,” tutur Febby.
Ibnu Wahidin, Kepala Bidang SMP, pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak membenarkan adanya SMP yang rusak akibat tempat yang paling parah kata dia adalah SMP 3 Wanasalam.
“Paling parah adalah SMP 3 Wanasalam. Namun begitu kegiatan belajar mengajar masih dibuka,” kata Ibnu. (Ajat)




